Jumat, 14 Feb 2020 16:14 WIB

COVID-19 Semakin Buat Panik, Hong Kong Ramai Pencurian Masker

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Antrean panjang warga yang hendak membeli masker terlihat di apotek maupun toko di Hong Kong. Mereka ramai-ramai beli masker agar terhindar dari virus corona. Warga Hong Kong antre beli masker. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sejak akhir Desember 2019 lalu, munculnya penyakit COVID-19 semakin membuat panik negara China dan sekitarnya, termasuk Hong Kong. Hal ini membuat stok masker menjadi langka dan harganya melonjak naik.

Selain itu, pencurian untuk mendapatkan masker N95 juga ramai terjadi. Salah satu pencurian terjadi pada 12 Februari lalu, membobol kaca mobil yang terparkir dan mengambil delapan kotak masker N95.

Korban pencurian yang tidak disebutkan jelas identitasnya berusia 53 tahun, melaporkan bahwa ia kehilangan kotak-kotak berisi 160 masker. Setelah ditinjau melalui CCTV, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka di Sheung Shui.

Dikutip dari Asia One, kasus pencurian lainnya terjadi pada Senin (11/2/2020). Seorang pria kehilangan 750 masker senilai Rp 5,3 juta yang ia tempatkan di dalam kotak-kotak di sudut jalan di Sham Shui Po.

Kurang dari satu jam, pencurian kembali terjadi setelah seorang wanita melaporkan kehilangan 1.000 masker di unit apartemennya di Tsim Sha Tsui. Hingga saat ini, pelaku pencurian kedua masih diidentifikasi dan sedang dalam pengejaran polisi setempat.

Bahkan pada 31 Januari lalu, pengusaha toko online juga menjadi korban pencurian. Pencuri tersebut berhasil membawa 25.000 masker yang tersimpan di gudang.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)