Sabtu, 15 Feb 2020 16:03 WIB

Lebih dari 1.700 Staf Medis di China Terinfeksi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona yang menyebar di wilayah Wuhan, China, membuat sejumlah warganya terjangkit dan harus dievakuasi ke rumah sakit. Tim medis pun bantu evakuasi warga Lebih dari 1.700 staf medis terinfeksi virus corona di China. (Foto: Chinatopix via AP Photo)
Jakarta -

Salah satu perawat di Wuhan bernama Ning Zhu terpaksa harus dikarantina karena menunjukkan gejala virus corona jenis baru yaitu COVID-19. Hingga kini, ia sedang dikarantina rumah selama berminggu-minggu. Hal ini menggambarkan betapa cepatnya penularan virus terjado di Wuhan.

Saat ini, korban meninggal akibat COVID-19 di seluruh dunia hampir mendekati 1.400 orang. Dari jumlah itu, enam di antaranya merupakan pekerja medis, termasuk dokter.

Mengutip CNN, sebanyak 1.716 petugas kesehatan terinfeksi, dengan total yang terjangkit virus corona jenis baru hingga saat ini berjumlah 64.435 orang. Menanggapi hal ini, pihak berwenang China telah mengirimkan alat pelindung ke rumah sakit di Wuhan.

Staf medis yang terinfeksi tersebut diduga karena banyak dokter yang terpaksa menangani pasien positif corona tanpa menggunakan pelindung seperti masker. Bahkan sebagian staf medis memakai masker selama berhari-hari tanpa menggantinya.

Selain itu, menurut Zhu, dari 500 staf medis, sebanyak 130 orang di rumah sakit tempat ia bekerja dinyatakan terinfeksi virus corona jenis baru. 130 staf medis ini pun terpaksa harus dikarantina sampai masa inkubasi selesai. Hal ini membuat rumah sakit tersebut kewalahan dalam menangani pasien yang terus bertambah.

Diberitakan sebelumnya, dokter dan perawat yang menangani pasien COVID-19 sampai tidak sempat buang air kecil ke toilet. Akibatnya, mereka harus mengenakan popok dewasa.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)