Senin, 17 Feb 2020 15:56 WIB

Bikin Ribet, Pengisian 'Health Alert Card' di Bandara Dikeluhkan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Airport personnel look at thermal scanners as they check on arriving passengers at Manilas international airport, Philippines, Thursday, Jan. 23, 2020. The government is closely monitoring arrival of passengers as a new coronavirus outbreak in Wuhan, China has infected hundreds and caused deaths in that area. (AP Photo/Aaron Favila) Penumpang pesawat dari luar negeri diwajibkan mengisi Health Alert Card (HAC) (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sebagai antisipasi masuknya virus corona COVID-19, Kementerian Kesehatan RI membagikan Health Alert Card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan di setiap pintu masuk negara. Termasuk juga di bandara, HAC wajib diisi oleh setiap penumpang pesawat dari daerah yang terdampak wabah penyakit.

Kartu ini disimpan selama 14 hari dan ditunjukkan ke petugas kesehatan jika dalam periode tersebut mengalami keluhan. Pasien dengan kartu tersebut artinya punya riwayat bepergian ke daerah yang terdampak COVID-19.

"Pemberian ini merupakan standar internasional. Di dalam kartu tersebut disebutkan bahwa dalam 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia manakala sakit, atau merasakan panas dan gejala influenza maka Kementerian Kesehatan mengimbau mereka untuk ke rumah sakit atau Puskesmas dan menunjukkan kartunya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Ahmad Yurianto.

Dalam praktiknya, pengisian HAC ini dirasa merepotkan oleh sebagian penumpang. Selain karena makan waktu, juga terkesan hanya formalitas karena informasi yang ada dalam kartu tersebut diisi sendiri oleh penumpang dan tidak diperiksa lagi.

"Habis itu dikasih ke petugas, dan nggak diapa-apain," kata Kristo, seorang karyawan di Jakarta yang baru-baru ini baru pulang dari luar negeri.

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH berpendapat, yang terpenting dalam pengisian HAC adalah edukasi tentang penularan penyakit. Sebab kenyataannya, memang tidak semua penumpang membaca informasi yang ada dalam HAC saat mengisi dan menyimpannya.

"(Seharusnya) Tidak hanya diberikan alert card, tapi kumpulkan saja semuanya pada saat pesawat turun untuk dilakukan edukasi," jelasnya.



Simak Video "Tantangan Pengendalian TBC di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)