Selasa, 18 Feb 2020 10:45 WIB

China 'Cuci' Uang Tunai untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu Virus corona menyebar di seluruh dunia. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Berbagai cara untuk menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19) tak henti-hentinya dilakukan di China. Baru-baru ini setiap bank di China telah diperintahkan untuk mendesinfeksi uang tunai sebelum diedarkan kepada publik sebagai langkah pembatasan penyebaran virus corona.

Dikutip dari CNBC, setiap bank di China telah diberitahu untuk menarik uang tunai yang berpotensi menjadi penularan virus corona dari peredaran dan mendesinfeksi menggunakan ultraviolet atau dipanaskan. Nantinya uang-uang ini akan disimpan selama 7-14 hari sebelum dapat dikembalikan ke pasar.

"Setelah wabah, kami menaruh perhatian besar pada keamanan dan kesehatan penggunaan uang tunai di masyarakat," kata People's Bank of China (PBOC), Fan Yifei.

Fan juga mengatakan bahwa China akan mempercepat peralihan transaksi dari uang tunai ke pembayaran mobile untuk meminimalisir penyebaran virus corona melalui kontak.

Sementara itu, ahli virologi dari Lancaster University, Inggris, Muhammad Munir mengatakan bahwa langkah China untuk mendekontaminasi uang tunai akan efektif dalam meminimalisir penyebaran virus corona.

"Sementara COVID-19 dapat menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi, durasi virus dapat bertahan hidup pada uang kertas pun tidak bisa ditentukan," kata Munir.

"Mayoritas pembelian harian sudah dilakukan dengan cara belanja online, dan dampaknya bisa membatasi penggunaan uang kertas," lanjutnya.



Simak Video "Angka Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tinggi, WHO Beri Arahan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)