Rabu, 19 Feb 2020 05:00 WIB

Serangan Jantung di Usia Muda dan Kematian Mendadak Jelang Subuh

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Little girl suffering bullying raises her palm asking to stop the violence Kematian mendadak menjelang subuh kerap berkaitan dengan serangan jantung (Foto: iStock)
Jakarta -

Aktor Ashraf Sinclair meninggal di usia 40 tahun pada Selasa (18/2/2020) pagi, diduga karena serangan jantung. Bukan mitos bila dikatakan bahwa serangan jantung memang sering terjadi di pagi hari.

Ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena tersebut, salah satunya terkait ritme sirkadian. Di jam-jam awal bangun tidur, tekanan darah serta denyut jantung mengalami lonjakan. Kemampuan pembuluh darah untuk melebar sebagai respons dari meningkatkan aliran darah, bisa terganggu.

Serangan jantung di pagi hari juga disebut-sebut lebih mematikan dibanding pada waktu lain. Kemungkinan terjadinya kerusakan otot jantung 5 kali lebih besar pada waktu tersebut.

Gangguan kelistrikan jantung yang dikenal sebagai Brugada Syndrome juga dikaitkan dengan serangan jantung pada pagi hari dan saat tidur. Kondisi ini khas ditemukan pada laki-laki berusia muda, dan dari etnis Asia Tenggara terutama Thailand dan Vietnam.

"Pada kelainan ini, pada saat tidur pagi-pagi, subuh sebelum dia bangun, terjadi korslet listriknya sehingga jantungnya berhenti mendadak," jelas dr Yamin, ahli jantung RS Cipto Mangunkusumo, dalam tayangan Pagi-pagi Pasti Happy.

Sindrom ini juga dikaitkan dengan legenda 'roh' pencabut nyawa di Thailand. Konon, kematian mendadak yang dialami laki-laki muda saat tidur atau menjelang pagi terjadi karena nyawanya dicabut oleh 'roh' perawan yang sakit hati.

Karenanya, pada zaman dahulu banyak laki-laki muda tidur dengan pakaian wanita untuk menghindari kematian mendadak.

"Di Thailand namanya Lai Tai," jelas dr Yamin, menjelaskan legenda yang diyakini berhubungan dengan Brugada Syndrome tersebut.



Simak Video " Aktif Olahraga, Ashraf Sinclair Kantongi Sertifikat Pelatih Crossfit"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)