Kamis, 20 Feb 2020 07:00 WIB

Difteri : Definisi, Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Tri Suharyati - detikHealth
Pelaksanaan Vaksinasi Difteri

Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan Vaksinasi Difteri di SMK Yosua, Jakarta, Senin (11/12/2017). Hingga November 2017, sudah ada 11 provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat difteri. Grandyos Zafna/detikcom Difteri. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth
Jakarta -

Difteri merupakan penyakit infeksi pada pernafasan yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheria. Penyakit ini menyerang membran mukus pada tenggorokan dan hidung.

Maka dari itu, kamu harus mengetahui dan berhati-hati jika sedang berdekatan dengan penderita difteri. Berikut penjelasan lebih detail penyakit difteri yang telah dirangkum dari situs Kementrian Kesehatan RI dan beberapa sumber.

Definisi

Menurut organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan negara kedua yang masyarakatnya paling banyak terkena difteri setelah India. Penyakit ini bisa saja membunuh seseorang jika tidak ditangani dengan serius.

Difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang yang tingkat vaksinasinya masih rendah untuk vaksin difteri. Proses penularannya yang begitu cepat juga membuat kamu harus berhati-hati jika berada di dekat penderita. Untuk penderita AIDS/HIV juga sangat mudah tertular difteri karena sistem imun yang lemah.

Gejala Difteri

Untuk pengobatan lebih awal, kamu harus mengetahui gejala apa saja yang bisa menyebabkan penyakit difteri.

- Tenggorokan dilapisi selaput tebal warna abu-abu. Kamu bisa cek di depan kaca untuk mengetahuinya

- Radang tenggorokan dan suara menjadi serak

- Pembengkakan kalenjar getah bening pada leher

- Susah bernafas atau nafas menjadi cepat

- Demam tinggi dan menggigil

- Batuk yang keras dan berkepanjangan

- Perubahan pada penglihatan

- Badan terasa lelah dan lemas

- syok, jantung berdetak dengan cepat dan pucat.

Jika kamu mengalami gejala di atas, kamu bisa langsung konsultasi dengan dokter agar tidak terjadi hal yang lebih berat.

Penyebab Difteri

Penyakit difteri bisa menyerang siapa saja. Hindari hal hal di bawah ini karena bisa menjadi penyebab difteri:

1. Pola Hidup yang tidak Sehat

Pola hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab kamu bisa terkena penyakit difteri. Jangan pernah melakukan kontak fisik dengan penderita, berbagi makanan dengan penderita yang dimana bisa terkena liur penderita secara tidak sadar, menggunakan barang yang sudah terkontaminasi dengan penderita seperti gelas dan sendok. Jika mengetahui ada penderita difteri kamu harus melakukan hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan penderita.

2. Tinggal di Tempat yang Padat Penduduk dan Kotor

Ini juga bisa menjadi penyebab kamu terkena penyakit difteri. Dengan lingkungan yang kotor sangat mudah untuk kamu terkena virus difteri dan akan cepat pula proses penularannya. Hindari tempat-tempat yang kotor dan jaga jarak pula dengan penderita difteri.

3. Terkena Luka yang terinfeksi

Menyentuh atau terkena luka yang terinfeksi juga menyebabkan kamu bisa terkena penyakt difteri. Bakteri yang terdapat pada luka infeksi akan menyebabkan penyakit difteri.

Cara Mencegah Difteri

Lakukan suntik vaksin difteri adalah cara tebaik. Melakukan suntik vaksin ini bisa dilakukan dari usia 2 bulan dsampai 7 tahun. Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan melalui imunisasi DPT (Difteri, Tetanus dan Pertusis) sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan.

Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun. Untuk usia 7 tahun akan diberikan vaksin Td/Tdap yang akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa.

Cara Mengobati Difteri

Jika kamu terkena difteri, hal yang harus kamu lakukan adalah segera pergi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

- Kamu akan diberikan antitoksin yang berguna untuk melawan racun yang disebabkan oleh bakteri. Karena tidak semua bisa terkena antitoksin, dokter akan memberikannya dengan dosis yang rendah terlebih dahulu dan akan menambah dosisnya secara berkala.

- mengobatinya dengan cara memberikan antibiotik seperti penisilin untuk mengatasi infeksi bakteri. mengonsumsi antibiotik juga harus dengan anjuran dokter.

- Perawatan pencegahan, cara ini dilakukan untuk orang yang terkena penyakit difteri. Penderita akan diminta untuk dirawat inap agar penyebaran bakteri difteri tidak semakin meluas sampai dinyatakan sembuh dan bersih dari difteri.



Simak Video "Difteri Bisa Dicegah, Ini Langkah-langkahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)