Minggu, 23 Feb 2020 05:41 WIB

Plus Minus Jasa Peluk Profesional Menurut Psikolog

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Young happy couple hugging each other outdoor. Jasa peluk profesional tengah ramai diperbincangkan (Foto: iStock)
Jakarta -

Lowongan profesional cuddler atau jasa peluk profesional yang tengah viral di media sosial mendapat sorotan dari psikolog. Satu sisi, Ratih Ibrahim, psikolog dari Personal Growth memandangnya sebagai salah satu jenis pekerjaan baru.

"Baik atau nggak ini (profesional growth) relatif, karena masih baru. Tapi, ini mungkin bisa jadi pilihan jenis pekerjaan yang baru," katanya saat ditemui detikcom, Sabtu (22/2).

Meski demikian, tentunya bisa ada dampak positif ataupun negatif. Dalam psikologi, terapi tidak boleh dilakukan dengan menyentuh pasien sembarangan.

"Karena masih baru, ini bakalan jadi pekerjaan bersih atau ada prostitusi terselubung di situ, saya nggak tahu. Kalau kita mau melihat ini dari perspektif positif jadinya positif, kalau nggak ya jadinya negatif," jawab Ratih.

Ratih menjelaskan, dalam ranah psikologi klinis profesional tidak boleh menyentuh pasien sembarangan, meskipun untuk terapi. Hal seperti itu harus ada pertanggungjawabannya.

"Kita nggak boleh sembarangan nyentuh pasien, meskipun itu terapi. Karena bisa jadi intervensi dalam ranah privasi dia. Bisa jadi pelecehan seksual atau malpraktik," tegasnya.



Simak Video "Pada Saat Seperti Inilah Tenaga Terapis Wicara Sangat Dibutuhkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)