Rabu, 26 Feb 2020 19:11 WIB

'Suspek Corona' di Semarang Meninggal, Keluarga Tak Bisa Dampingi Jenazah

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
RSUP dr Kariadi Semarang RS dr Kariadi Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Untuk diketahui pasien tersebut masuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang tanggal 19 Februari 2020 dengan kondisi demam, batuk, dan gangguan pernapasan. Tanggal 23 Februari 2020 pasien meninggal dan hasil lab belum keluar sehingga dilakukan penanganan layaknya positif corona. Setelah hasil keluar, ternyata dinyatakan negatif corona.

"Memang pasien secara klinis memang kategori pasien dalam pengawasan karena ada riwayat dari luar negeri dan ada gejala gejala demam, batuk, sesak napas hingga gangguan pernapasan berat. Pasien dalam pengawasan dilakukan pemeriksaan sesuai arahan Kementrian Kesehatan dan pemeriksaan penunjang untuk cari penyebab adakah inveksi virus corona," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. kariadi Semarang, dr. Agoes Poerwoko, SpOG(K), MARS.

Hasil medis dari Puslitbangkes menyatakan pasien itu negatif virus covid-19 atau corona. Namun ketika hasil belum keluar, pasien sudah meninggal sehingga perlakuan dilakukan seolah korban positif.

"Sampai pasien ini meninggal perlakuan sama seperti positif. Begitu negatif, yang melakukan penanganan lega, tidak harus ada yang dikahwatirkan," tandasnya.

Agoes menjelaskan, proses paling berat memang ketika harus mengedukasi keluarga terkait perlakuan yang harus dilakukan terhadap pasien tersebut. Namun keluarga pasien memahami dan mengerti.

"Ini yang paling sulit, tidak boleh mendampingi keluarga yang kagi sakit, termasuk saat pemulasaran jenazah," katanya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]

(alg/up)