Jumat, 28 Feb 2020 15:04 WIB

Kolesterol Tinggi di Usia Lanjut buat Fungsi Kognitif Menurun?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Lansia Foto: shutterstock
Jakarta -

Biasanya, kolesterol sering dihubungkan dengan risiko penyakit jantung. Namun, studi baru mengungkapkan hubungan kolesterol dengan penurunan fungsi kognitif seseorang, terutama di usia lanjut.

Bersumber dari Medical News Today, sebuah penelitian terhadap orang yang lebih tua telah menemukan bahwa memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada di usia paruh baya berpengaruh dengan risiko penurunan kognitif saat mereka berusia 85-94 tahun. Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita menambahkan seiring pertambahan usia menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat atau pikun, berpikir, dan komunikasi.

"Gangguan kognitif ringan dapat mengindikasikan adanya alzheimer, yaitu salah satu jenis demensia yang sering terjadi. Salah satu faktor yang juga menjadi penyebab nya yaitu kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL). Alzheimer dipengaruhi oleh faktor genetik, tepatnya ekspresi dari gen APOE4 E4 yang berkaitan dengan kadar kolesterol LDL tinggi dalam darah," jelas dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Lebih lanjut dr Adeline mengingatkan gaya hidup yang tidak baik, ditambah dengan konsumsi makanan yang kurang sehat bisa meningkatkan tingkat kolesterol di dalam tubuh. Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, namun bila kadarnya berlebihan bisa membuat organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.

"Kolesterol yang buruk untuk tubuh ini disebut LDL. LDL membentuk lapisan di dinding-dinding pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah menjadi sempit dan sel-sel darah sulit mengalir," jelasnya.

Salah satu penyakit yang sangat berkaitan dengan kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner. Tingginya tingkat kolesterol dalam tubuh juga meningkatkan risiko serangan jantung.

"Jumlah kolesterol yang tinggi bisa membuat pembuluh darah menjadi keras dan sempit, memperlambat aliran darah ke jantung. Akibatnya, terjadilah serangan jantung saat pembuluh darah benar-benar tersumbat," ujar dr Adeline.

Terkait otak dan jantung, lanjutnya, kedua organ ini ternyata memiliki hubungan yang sangat erat. Faktor risiko penyakit jantung juga dapat memicu penurunan fungsi otak, baik pada orang dewasa muda maupun usia yang lebih tua.

Maka itu, sangat penting untuk mencegah kolesterol berlebih dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan tinggi serat serta berolahraga. Hal ini dilakukan untuk menjaga diri dari penyakit seperti diabetes, stroke dan jantung serta mempercepat penurunan fungsi kognitif.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi Nutrive Benecol 2 kali sehari setelah makan utama secara rutin. Nutrive Benecol dengan kandungan Plant Stanol Ester (PSE) dapat membantu turunkan kolesterol, disertai dengan diet rendah lemak dan kolesterol.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)