Rabu, 04 Mar 2020 13:24 WIB

RSPI-SS Akui Tak Beri Tahu Pasien Saat Positif Corona, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah telah menunjuk 100 rumah sakit dalam upaya penanganan virus corona. Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, salah satunya. RSPI Sulianti Saroso (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Beredar kabar bahwa dua pasien positif dari Depok, yang terdiri dari wanita (31) bersama ibunya (64) tidak mengetahui terkait kondisi mereka. Keduanya tahu bahwa mereka terinfeksi virus corona COVID-19 dari media, setelah pengumuman yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, mengakui bahwa pasien tidak diberitahu terkait kondisi mereka yang sebenarnya sudah positif COVID-19. Hal ini pun sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jadi betul. Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," jawabnya pada awak media, Rabu (4/3/2020).

Meskipun dr Syahril merupakan pimpinan rumah sakit, ia merasa tidak berhak menyampaikan hasil pemeriksaan itu pada pasien. Hasil dari pemeriksaan laboratorium harus disampaikan langsung oleh Presiden sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia.

"Saya pun sebagai dirut tidak boleh bicara, itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada Undang-Undangnya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," jelas dr Syahril.

Meskipun menyebutkan ada aturannya, dr Syahril tidak menjelaskannya secara rinci.



Simak Video "Pulangkan 2 Pasien Sembuh Corona, Dirut RSPI SS: Jangan Dikucilkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)