Senin, 09 Mar 2020 10:13 WIB

6 Pasien Indonesia yang Meninggal Setelah Sempat Jadi Suspek Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
simulasi corona rsud soeselo 6 pasien Indonesia yang meninggal sempat disebut suspek corona. (Foto: Imam Suripto/detikHealth)

4. RSPI Sulianti Saroso

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang diisolasi meninggal dunia pada Kamis (5/3/2020). Pasien berusia 65 tahun. Pasien itu dinyatakan meninggal karena pneumonia, bukan karena COVID-19.

"(Penyebab kematian) Pneumonia. Jadi ISPA itu ringan, ISPA ringan, sedang, berat, berat sekali, namanya pneumonia ya," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3).

Status positif atau negatif Corona dari pasien tersebut masih dievaluasi. Hasil evaluasi akan diumumkan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi pasien sebelum meninggal dikatakannya sudah tidak sehat.

"Kemudian ada satu pasien yang meninggal kemarin, pasien yang meninggal kemarin kan saya sudah bilang kondisinya memang jelek, pakai ventilator," kata Syahril.

5. RSUP dr Kariadi Semarang

Seorang pasien RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia saat berada di kamar isolasi. Pihak rumah sakit memastikan pasien tersebut negatif virus corona sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Dia dari Spanyol ke Dubai kemudian ke Jakarta. Di rumah sakit daerah tanggal 17 (Februari), masuk sini tanggal 19, meninggal hari Minggu (23/2) jam 12.00," kata Direktur Medik dan Keperawatan, Agoes Poerwoko di RSUP dr Kariadi, Selasa (25/2/2020).

Kementerian Kesehatan RI memastikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien tersebut negatif virus corona COVID-19. "Sudah konfirmasi lab negatif Covid-19," tegas Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto, saat dihubungi detikcom, Selasa (25/2/2020).

6. RSUD R Syamsudin SH Sukabumi

Pasangan suami Istri dirawat di RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi, Jawa Barat, 1 Maret 2020. Mereka baru saja pulang dari ibadah umrah di Arab Saudi dan melancong ke negara lain di Timur Tengah. Pasutri itu menunjukkan gejala mirip terjangit virus Corona, yakni batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Syamsudin SH, Rina Hestiana, menambahkan pasien yang datang ke rumah sakit memang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru. Mereka bukan disandangkan status suspect Corona, melainkan didiagnosis pneumonia. Si istri meninggal.

"Kami berkeyakinan, kematian pasien T lebih kepada penyakit jantung, kita menyesalkan menyayangkan informasi yang begitu cepat menyebar bahwa ini diindikasikan penyakit Corona padahal hasil Balitbang Kemenkes belum kita terima," ucap Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Senin (2/3).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(naf/up)