Senin, 09 Mar 2020 18:15 WIB

Ada 10 Suspek Corona di RSPI-SS, Begini Penanganannya

Anjar Mahardhika - detikHealth
Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi, 2 diantaranya merupakan pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Penanganan suspek corona di RSPI Sulianti Saroso (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta -

Satu orang kembali menambah daftar pasien yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) suspek virus corona menjadi 10 orang di RSPI Sulianti Saroso. Pemeriksaan pasien ke-10 ini sesuai dengan SOP (Standar Operasional) yang ada dan sesuai dengan tata laksana kondisi klinis pasien.

"Untuk kasus yang ke-10 ini tata laksannya sesuai dengan kondisi klinis jadi kalau kondisi klinisnya memang memerlukan infus memerlukan vitamin," ujar dr Pompini Agustina, Ketua Pokja Penyakit Infeksi New Emerging dan Reemerging RSPI di RSPI Sulianti Saroso, Senin (9/3/2020).

dr Pompini mengatakan, pasien juga diberi antibiotik untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri. Hal ini karena terdapat infeksi akibat bakteri pada tubuh pada tubuh pasien saat ditempatkan di ruang isolasi.

"Ada infeksi sekunder atau Ada infeksi bakteri yang menyertai maka diberikan antibiotik, jadi pengobatan. Itu sudah sesuai dengan tata laksana untuk kasus-kasus seperti penyakit infeksi di saluran napas," pungkasnya.



Simak Video "Curhat Dirut RSPI SS: Dokter Juga Takut Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)