Rabu, 11 Mar 2020 00:39 WIB

Kemenkes: Ada 16.099 Kasus DBD Periode Januari-Maret, 100 Orang Meninggal

Tim detikcom - detikHealth
Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat di musim hujan. Sejumlah antisipasi pun dilakukan, salah satunya dengan fogging. Fogging untuk memberantas nyamuk dewasa (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan mencatat ada 16.099 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia selama periode Januari hingga awal Maret 2020. Seratus orang di antaranya meninggal dunia.

"Kasus 16.099 dengan kematian 100 untuk nasional. Upaya yang dilakukan mendorong peningkatan kegiatan preventif," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, seperti dilansir Antara, Selasa (10/3/2020).

Peningkatan upaya preventif itu berupa pemberantasan sarang nyamuk, baik di rumah, sekolah, maupun rumah ibadah. Pemerintah akan mengambil langkah untuk memastikan logistik untuk tes DBD mencukupi, selain persediaan abate, insektisida, serta larvasida.

Selain itu, pemerintah sudah melakukan antisipasi jika terjadi peningkatan kasus DBD di beberapa daerah.

"Menyiagakan rumah untuk antisipasi peningkatan kasus DBD dan memastikan cairan dan alat infus tersedia," ujar dia, merinci langkah preventif apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk menghadapi wabah DBD.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sendiri pada hari ini tengah melakukan kunjungan ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki banyak jumlah kasus DBD.

Kabupaten Sikka di NTT sudah mendeklarasikan DBD sebagai kejadian luar biasa sejak Januari 2020 dan diperpanjang hingga saat ini. Menurut Menkes, ada 1.190 kasus DBD di Sikka dan 13 orang di antaranya meninggal dunia akibat sakit tersebut.

Catatan: Artikel asli bisa disimak DI SINI.



Simak Video "Kemenkes Semprit Video Viral Membuat Masker dari Tisu Basah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)