Rabu, 11 Mar 2020 05:29 WIB

Fakta di Balik Tingginya Kematian akibat Virus Corona di Italia

Anjar Mahardhika - detikHealth
Jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan. Petugas terus menyisir setiap sudut kota dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Disinfeksi virus corona di Italia (Foto: AP/Claudio Furlan)
Jakarta -

Saat ini Italia menjadi negara yang mengalami dampak paling besar dari virus corona Covid-19 di luar China. Tercatat sudah 9.172 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian mencapai 463 orang.

Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog dari Omni Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, Msc, SpPD, mengatakan angka kematian yang tinggi terkait virus Covid-19 di Italia disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena gagalnya sistem perawatan kesehatan dan tidak berjalannya penanganan wabah yang baik di italia.

"Di sisi lain, Italia sekarang mengalami healthcare system falure kerja fasilitas kesehatan di sana sudah gak mampu menampung segitu banyak pasien dan Penanganan wabah (containment) tidak berjalan baik dan terlambat," ujar dr Dirga saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).

Selain itu, menurut dr Dirga kemungkinan lainnya karena banyaknya populasi lansia di negara tersebut. Ini mungkin menjadi alasan terbesar.

"Populasi lansia khususnya di Italia besar sekali sehingga angka kematiannya besar," pungkasnya.

Hal ini juga selaras dengan data yang diperoleh dari worldomaters bahwa risiko angka kematian seseorang yang berumur berumur di atas 80 tahun terkait Covid-19 mancapai 21,9 persen. Sedangkan risiko kematian di bawah usia 50 tahun hanya satu persen. Italia sendiri mempunyai populasi lansia 23 persen dari total 59 juta penduduk.



Simak Video "WHO Laporkan Penambahan Kasus Tertinggi Sejak Wabah Corona Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)