Kamis, 12 Mar 2020 07:28 WIB

Cegah Corona, Pakar Kesehatan Masyarakat Dukung Anies Soal CFD Ditiadakan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Gubernur DKI Anies Baswedan Gubernur DKI Anies Baswedan (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day ditiadakan dalam dua minggu ke depan. Peniadaan car free day itu untuk mencegah penularan virus Corona.

"Kegiatan hari minggu hari bebas kendaraan bermotor atau car free day, untuk dua pekan ke depan demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan maka dua minggu ke depan Pemprov DKI meniadakan HBKB," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr Ridwan Thaha, MKes, menilai hal tersebut efektif sebagai upaya pencegahan terkait kasus corona di Indonesia. Menurutnya, aktivitas yang melibatkan banyak orang memang perlu dibatasi.

"Saya kira itu cara pencegahan yang paling efektif. Semua keramaian harus dihentikan dulu untuk sementara karena risikonya lebih besar dan lebih mahal. Jadi jangan kita mempertimbangkan aspek-aspek yang akan berakibat penularan, jadi kalau ada kebijakan itu saya kira itu tepat kita dukung itu," jelasnya saat ditemui di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara 1 DPR/MPR RI Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap kebijakan tersebut sebagai tindakan berlebihan. Karena ini menyangkut dengan risiko penularan virus corona yang bisa berbahaya jika tak segera dilakukan langkah pencegahan.

"Karena untuk mencegah, karena kalau nanti selama dua minggu berikutnya itu trennya turun, tapi kalau tren naik itu tidak mungkin dua minggu, kalau di Italia kan itu sekolah sampai semua sekolah diliburkan 2 minggu," katanya kembali menegaskan.

"Karena kalau ada kasus yang lokal itu bisa berbahaya, jadi masyarakat tidak boleh berpikir kalau ini pembatasan, nggak. Jangan kita terlalu berpikir olahraga jadi nggak enak, terus kita membuka interaksi terus menerus kan ini bahaya juga, oleh karena itu perlu dibatasi sekarang," lanjutnya.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)