Kamis, 12 Mar 2020 08:37 WIB

Dilema Menegur Penumpang Batuk Sembarangan di KRL, Takut Tersinggung

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
KRL depok-kota Penumpang KRL menggunakan masker untuk menangkal virus corona (Foto: Reyhan/detikHealth)
Jakarta -

Sebagai transportasi publik yang digunakan banyak orang, KRL commuter line berisiko menjadi tempat penularan virus corona COVID-19. Para penumpang pun dituntut untuk menjaga etika ketika menggunakan KRL, salah satunya adalah dengan tidak batuk secara sembarangan karena dapat mengganggu pengguna lainnya.

Salah satu penumpang KRL rute Bogor-Jakarta, Ainun mengaku was-was apabila ada yang batuk secara sembarangan di dalam KRL, terlebih saat ini penularan virus corona bisa terjadi di mana saja.

"Mau negur tapi takutnya dia tersinggung, jadi lebih baik aku diam aja dan menghindar," ucap Ainun kepada detikcom, Kamis (12/3/2020).

"Kalau mau panggil petugas kan juga jauh, nanti kita disangka fitnah dia corona padahal cuma batuk-batuk biasa aja. Jadi lebih baik menghindar," lanjutnya.

Seorang penumpang KRL sampai harus pakai sarung tangan plastik.Seorang penumpang KRL sampai harus pakai sarung tangan plastik. Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth

Sementara penumpang lain, Fatur lebih memilih untuk melapor kepada petugas apabila ada yang batuk secara sembarangan di dalam KRL.

"Kalau dia nggak pakai masker dan kebetulan ada petugas mungkin saya kasih tau, saya nggak berani menegur langsung karena takutnya dia malah marah," jelas Fatur.

Menanggapi hal ini, salah satu petugas KRL rute Bogor-Jakarta bernama Hadi pun merasa cukup kebingungan jika menghadapi situasi seperti ini. Lantaran commuter line merupakan fasilitas publik dan tidak bisa seenaknya saja meminta penumpang yang batuk sembarangan untuk segera turun dari KRL.

"Kita juga sebagai petugas kalau kita tegur nanti dianya keberatan kan bingung juga. Apalagi kalau nanti si penumpangnya komplain terus masuk ke media sosial nanti (petugas) yang kena," kata Hadi.

"Jadi kalau mau komplain ada yang batuk sembarangan di dalam KRL (telepon) ke 121 aja itu langsung ke KCI," tuturnya.

Bila menemukan penumpang batuk sembarangan di KRL, dalam situasi seperti ini berani nggak menegur langsung? Sampaikan pendapatmu di komentar.

Botol hand sanitizer di Stasiun Jakarta Kota sampai diselotip agar tidak hilang.Botol hand sanitizer di Stasiun Jakarta Kota sampai diselotip agar tidak hilang. Foto: Sarah/detikHealth


Simak Video "3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)