Kamis, 12 Mar 2020 18:37 WIB

Kasus Menurun, Virus Corona di Wuhan Tinggalkan Banyak Limbah Medis

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona telah mewabah di China sejak Desember 2019 lalu. Hingga kini, tim medis terus berjuang untuk menangani pasien yang terjangkit virus corona. Perawatan pasien di China menyisakan banyak limbah medis. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Kasus penularan virus corona di Kota Wuhan, China semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan ditutupnya 16 rumah sakit darurat di sana karena jumlah pasien yang terus turun.

Saat ini, otoritas Wuhan melaporkan 17 kasus kejadian virus corona baru pada hari Senin (10/3/2020). Jumlah kasus terendah sejak wabah mewabah pada 17 Januari lalu.

Namun, hal ini malah membuat kota tersebut penuh akan limbah medis, enam kali lebih banyak dari biasanya. Limbah ini berasal dari 20 kota di China termasuk Wuhan.

"Rumah sakit diWuhan yang telah menampung 80 persen pasien virus corona, menghasilkan lebih dari 240 ton limbah medis setiap hari selama puncak wabah,"

"Ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelum virus itu muncul," imbuhnya yang dikutip dari South China Morning Post.

Zhao mengatakan untuk mengatasi ini, pemerintah pusat menyediakan 46 fasilitas pengolahan limbah medis bergerak. Selain itu, pemerintah juga membangun pabrik pengolahan dengan kapasitas 30 ton dalam 15 hari.

Langkah yang dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan kapasitas pengolahan limbah. Dari yang sebelumnya hanya 50 ton, sekarang menjadi lebih dari 263 ton per hari.

Zhao sendiri tidakmerincikan kota-kota mana saja yang memiliki kelebihan beban limbah medis seperti ini. Tapi, permasalahan pengolahan limbah ini memang sudah menjadi permasalahan lama yang belum terselesaikan.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)