Kamis, 12 Mar 2020 19:30 WIB

Tangkal Corona di Indonesia, Perlukah Sekolah Diliburkan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sekolah Kasus corona semakin marak di Indonesia, apa sekolah perlu diliburkan? Foto ilustrasi: shutterstock
Jakarta -

Indonesia sejauh ini sudah melaporkan 34 kasus positif virus corona COVID-19. Untuk mengantisipasi persebaran lebih luas, perlukah sekolah diliburkan?

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr Ridwan Thaha, MKes, menjelaskan perlunya kebijakan pemerintah untuk mengurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang termasuk sekolah. Hal ini ia kaitkan dengan kasus yang terjadi pada Italia.

"Ya karena kita tidak bisa menjamin orang di ruangan itu tidak ada yang terkena, nggak ada jaminan. Jadi berkumpulnya orang banyak itu akan terjadi penularan. Lebih baik mencegah, daripada sudah terjadi baru diobati," ujarnya saat ditemui di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara 1 DPR/MPR RI Jl.GatotSubroto, Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ia mengimbau pemerintah untuk belajar dari kasus yang terjadi di Italia. Jika persiapan dalam menangani kasus corona tidak dilakukan, bisa saja kasusnya terjadi seperti di sana.

"Kan kita nggak tahu ini nanti kalau tiba-tiba muncul yang lokal nanti kalau dia sudah sempat berinteraksi di keramaian? Apa jadinya? Mari kita belajar dengan kasusnya Italia, dia tidak melakukan apa-apa tiba-tiba naik seratus lebih kasus positif, dihentikan semua bola dihentikan, kita memang harus mengambil kebijakan-kebijakan tidak populer," lanjutnya.



Simak Video "Mengenal Ad5-nCov, Vaksin Corona untuk Antibodi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)