Rabu, 18 Mar 2020 11:31 WIB

Ragam Sumber Serat Agar Pencernaan Lancar dan Sehat

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Sayur dan buah Foto: iStock
Jakarta -

Mengonsumsi makanan berserat bagus untuk membantu menjaga seseorang terhindar dari gangguan pencernaan. Tahukah kamu apa saja makanan yang mengandung serat?

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan serat adalah zat yang terkandung dalam makanan seperti buah dan sayuran. Serat juga merupakan bagian dari tanaman yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Namun akhir-akhir ini istilah serat mengalami perkembangan dengan pengertian yang lebih tepat sehubungan dengan perannya di dalam tubuh.

"Serat didapatkan dari makanan seperti sayuran dan buah yang kita makan disebut serat kasar (crude fiber). Selain serat kasar, terdapat juga serat makanan yang tidak hanya terdapat pada sayur dan buah, tetapi juga ada dalam makanan lain misalnya beras, kentang, kacang-kacangan dan umbi-umbian," jelas dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Menurut dr Adeline, serat akan berpengaruh pada pemakaian glukosa, sekresi insulin dan pemakaian glukosa oleh sel hati. Serat makanan berpengaruh juga dapat mengikat kolesterol dan asam empedu sehingga berpengaruh pada sirkulasi enterohepatik kolesterol.

"Dalam usus besar, serat dapat dimetabolisme oleh bakteri kolon dan dapat menghasilkan asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat mobilisasi asam lemak dan mengurangi glukoneogenesis," jelasnya.

Begitu banyak manfaat serat untuk tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak mengonsumsi serat yang juga akan membantu tubuh dalam menyerap kolesterol jahat dan menyerap racun yang terdapat dalam makanan.

Sayuran hijau merupakan makanan yang wajib dikonsumsi. Selain mengandung banyak vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh, sayuran juga merupakan makanan berserat tinggi yang sering kita jumpai. Seperti wortel, kentang, bayam, kangkung, seledri, buncis, dan juga selada.
Sementara buah-buahan yang memiliki kandungan serat tinggi yaitu alpukat, jambu biji, apel, pir, mangga, pepaya dan nanas.

Namun dr Adeline memberikan catatan pada saat mengolah bahan pangan yang mengandung serat tinggi tersebut, sebaiknya perlu memperhatikan waktu, suhu, dan juga jumlah air minimum yang digunakan untuk memasak. Waktu masak yang terlalu lama, suhu yang terlalu tinggi, dan jumlah cairan yang terlalu banyak dapat membuat semakin banyak nutrisi yang hilang pada sayuran.

"Semakin sedikit air yang dipakai untuk mengolahnya, semakin banyak nutrisi yang dapat dipertahankan, terutama untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air. Maka, disarankan untuk memasak sayuran, terutama yang mengandung vitamin larut air (seperti vitamin C dan vitamin B) dengan cara dikukus. Cara ini terbukti paling baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brokoli yang dimasak dengan cara dikukus dapat mempertahankan kandungan vitamin C-nya hingga 80%, daripada diolah dengan metode lain," bebernya.

Karenanya, mulailah penuhi kebutuhan serat harian dengan mengonsumsi sayuran dan buah tersebut dan tentunya diolah dengan cara yang tepat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017, kebutuhan serat harian yang dianjurkan sekitar 30 gram per hari untuk orang dewasa. Namun 9 dari 10 penduduk Indonesia (usia > 10 tahun) hanya mengonsumsi 7 gram per hari. Karena itu, bantu lengkapi kebutuhan serat harianmu dengan Nutrive FiberShot.

Minuman tinggi serat yang mengandung 16 sari buah dan sayur untuk membantu memelihara saluran pencernaan. Selain itu, karena kandungan Nutrive FiberShot berupa serat 5 gram dari ekstrak buah dan sayur serta rendah gula 8 gram, maka aman digunakan pada anak di atas 1 tahun.

Konsumsi 2 botol Nutrive FiberShot setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian hingga 10 gram. Karenanya, jaga fungsi pencernaan tubuh dengan Nutrive FiberShot yang bisa jadi cara enak penuhi serat.



Simak Video "Mau Makan Banyak Tapi Tetap Kurus?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)