Minggu, 22 Mar 2020 13:18 WIB

Meninggal karena Corona, Eks Presiden Madrid Alami Gagal Ginjal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
24 May 2000:  Real Madrid President Lorenzo Sanz and Real Madrid player Nicolas Anelka celebrate after the European Champions League Final 2000 against Valencia at the Stade de France, Saint-Denis, France. Real Madrid won 3-0.  Mandatory Credit: Ben Radford /Allsport Lorenzo Sans (Foto: Getty Images/Ben Radford)
Jakarta -

Mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz, meninggal di usia 79 tahun karena virus corona COVID-19. Infeksi tersebut menyebabkan masalah pernapasan dan gagal ginjal.

Sanz awalnya memilih dirawat di rumah agar tidak memenuhi rumah sakit di Italia yang disibukkan oleh wabah COVID-19. Namun setelah demam selama 8 hari, ia dibawa ke rumah sakit dan kedapatan positif terinfeksi virus corona.

Lorenzo Jr, anaknya, menginformasikan bahwa kondisi sang ayah memburuk pada Rabu Malam.

"Kami harus menunggu 24 jam tapi karena usianya situasi jadi sangat rumit," tulisnya di sosial media, dikutip dari The Guardian.

Menurut dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGEH dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia, risiko kematian pada infeksi virus corona memang lebih tinggi pada kondisi daya tahan tubuh yang lemah. Salah satunya pada gagal ginjal.

"Kematian akibat corona kan komorbiditas. Jadi kalau misalnya corona ini terjadi di pasien gagal ginjal, ya risiko kematiannya akan jadi lebih tinggi dibandingkan orang normal," katanya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)