Senin, 23 Mar 2020 07:00 WIB

Boleh-boleh Saja Periksa Gigi di Tengah Pandemi Corona, Tapi Ini Syaratnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Smiling woman sitting in dentist chair and talking to her dentist before teeth examination. Ilustrasi dokter gigi (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebuah artikel di New York Times menyebut dokter gigi sebagai profesi yang paling rentan terpapar virus corona COVID-19 dibandingkan dengan profesi kesehatan lainnya. Analisis yang menggunakan basis data informasi ketenagakerjaan oleh Pemerintah Amerika Serikat ini didasarkan pada dua indikator.

Indikator yang dimaksud adalah frekuensi terpapar penyakit dan infeksi dan kedekatan pekerja dengan orang lain. Dokter gigi memiliki indeks (skala 0-100) yang tinggi dari kedua indikator, masing-masing 95 dan 99. Sementara paramedis berada di indeks 93 dan 97.

Seorang praktisi kesehatan gigi dan mulut dari HHDC Thamrin City, drg Rachel Sifra menjelaskan, ada pasien yang boleh datang ke dokter gigi tapi harus dalam keadaan emergency.

"Nyeri gigi yang sudah tidak tertahankan, mengalami pendarahan. Gigi yang tiba-tiba lepas, pokoknya yang terjadi tiba-tiba dan harus segera di tolong karena sangat mengganggu dan mengancam kesehatan tubuh secara menyeluruh," jelas drg Rachel.

Ia menambahkan, selain yang sifatnya tidak emergency, perawatan seperti kontrol gigi bisa ditunda dulu. Untuk mengurangi risiko penularan pada staf di klinik/poli gigi.

"Perawatan kontrol, bersihkan karang gigi, dan perawatan estetik itu di tunda, sebaiknya di tunda dulu. Karena dengan dia bepergian aja uda risiko menularkan pada org lain, entah dia memang corona atau flu dan batuk biasa, dan risiko menularkan pada staf di klinik/poli gigi tersebut," jelasnya.

Selengkapnya, berikut ini beberapa kriteria untuk menunda periksa gigi:

Kriteria pasien boleh datang ke dokter gigi saat ini:

  1. Keadaan emergency seperti, nyeri gigi yang tidak tertahankan, mengalami pendarahan, gigi yang tiba-tiba lepas, dan hal yang terjadi secara tiba-tiba, harus segera di tolong karena sangat mengganggu dan mengancam kesehatan tubuh secara menyeluruh.
  2. Dalam keadaan sehat, tidak demam, batuk, pilek.
  3. Tidak habis bepergian ke daerah-daerah pandemi dalam 24 hari terakhir.
  4. Tidak habis kontak dengan orang yang suspect corona.

Kriteria pasien yang tidak boleh datang dulu:

  1. Perawatan yang bersifat bisa ditunda, seperti kontrol, perawatan estetik, pencabutan gigi (tidak sakit).
  2. Pasien yang sakit demam (bukan karena sakit gigi), yang lagi batuk dan pilek.
  3. Yang habis bepergian ke daerah pandemi dalam kurun waktu 24 hari.
  4. Orang yang kontak dengan orang suspect corona.


Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)