Senin, 23 Mar 2020 10:04 WIB

Jokowi Tegaskan Klorokuin Tak Dijual Bebas, Harus dengan Resep Dokter

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Jokowi menggelar konferensi pers di Istana Bogor mengenai penanganan virus corona Covid-19. Presiden Jokowi tegaskan klorokuin tidak dijual bebas. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah mengumumkan telah memesan obat untuk membantu penyembuhan pasien virus corona. Salah satu obatnya adalah klorokuin yang selama ini dikenal sebagai obat malaria.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski klorokuin bukan obat first line atau obat 'resmi' untuk penanganan virus corona, pengalaman dari beberapa negara lain menunjukkan penggunaan klorokuin membuat kondisi pasien membaik dan sembuh.

"Obat ini bukan obat bebas jadi penggunaannya melalui resep dokter. Pemerintah punya stok 3 juta jadi untuk pasien Covid-19 yg ada di rumah sakit, jika dianggap dokter klorokuin cocok, pasti akan diberikan," papar Jokowi dalam keterangan kepada pers, Senin (23/3/2020).

Adanya kabar bahwa klorokuin menjadi obat bagi pasien virus corona membuat sebagian besar masyarakat berbondong-bondong membelinya di lapak online. Saat ini bahkan harga klorokuin melonjak drastis.

Terdapat beberapa alasan mengapa klorokuin tidak boleh dikonsumsi secara bebas oleh masyarakat. Konsumsi klorokuin pada dosis tertentu bisa menyebabkan kecemasan, pendarahan, dare, kehilangan penglihatan dan pendengaran, iritasi, tremor, mual dan muntah, bahkan kematian.



Simak Video "Indonesia Tak Setop Klorokuin karena Bantu Penyembuhan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)