Senin, 23 Mar 2020 13:44 WIB

Dokter Ini Gunakan Satu Ventilator untuk Sembilan Pasien

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - MARCH 12: Chinese women wear protective masks as they ride the bus in the central business district  on March 12, 2020 in Beijing, China. The number of cases of the deadly new coronavirus COVID-19 being treated in China dropped to below 15,000 in mainland China Thursday, in what the World Health Organization (WHO) declared a global public health emergency last month. China continued to lock down the city of Wuhan, the epicentre of the virus, in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease but has moved to ease restrictions in other parts of the province. Officials in Beijing have put in place a mandatory 14 day quarantine for all people returning to the capital from other places in China and abroad. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 3173 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in many other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, India, Iran, Italy, the United Kingdom, Germany, France and several others. The World Health Organization has warned all governments to be on alert and raised concerns over a possible pandemic. Some countries, including the United States, have put restrictions on Chinese travellers entering and advised their citizens against travel to China.(Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Salah satu dokter menggunakan satu alat ventilator untuk mengobati sembilan pasiennya yang terinfeksi virus corona COVID-19. Dokter bernama Dr Alain Gauthier dari Kanada ini mendapatkan ide gila ini setelah menonton video YouTube yang dibuat oleh dua dokter detroit pada tahun 2006 lalu.

Dr Gauthier ini merupakan ahli anastesi di Rumah Sakit Distrik Perth dan Smiths Falls di Ontario. Ia memasang beberapa selang pada satu ventilator yang seharusnya digunakan hanya untuk satu pasien. Namun, ia mengatur agar alat tersebut bekerja beberapa kali lipat dari kekuatan normalnya.

Menanggapi hal ini, Dr Gauthier mengatakan ia melakukannya karena di rumah sakit tempatnya bekerja memang tidak memiliki alat ventilator yang cukup untuk pasien.

"Pada satu sisi, kita tidak memiliki pilihan lain. Pilihannya, kita membiarkan orang itu mati atau memberikan dia kesempatan untuk hidup dengan cara itu," katanya yang dikutip dari Daily Star.

Dr Gauthier mengatakan, ide ini sebelumnya pernah dicoba untuk menolong pasien. Tepatnya untuk korban saat terjadi penembakan massal di Las Vegas pada 2017 lalu. Bahkan dengan ide yang dimilikinya, Dr Gauthier dijuluki sebagai 'dokter jenius yang jahat'.

Karya Dr Gauthier ini kemudian diposting oleh rekannya yang bernama Alan Drummond di Twitter dengan menyebutnya 'jenius jahat'. Postingan tersebut disukai sebanyak 70.000 kali dan di-retweet lebih dari 15.000 kali.

Selain itu, miliarder sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, juga ikut berkomentar di postingan tersebut. Elon menulis sebuah komentar dengan menyebut penemuan itu menarik.

Di Amerika Serikat, produksi ventilator memang terus meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah pasien akibat virus corona yang terus meningkat hingga saat ini. Sementara rumah sakit di Amerika hanya memiliki sekitar 17.000 ventilator yang dapat digunakan.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)