Selasa, 24 Mar 2020 19:00 WIB

Sedihnya Perawat Kehabisan Stok Makanan Usai Kerja 48 Jam Hadapi Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Perawat menangis karena kehabisan stok makanan usai kerja shift 48 jam di tengah wabah corona. Perawat menangis karena kehabisan stok makanan usai bekerja 48 jam. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta -

Meluasnya wabah virus corona COVID-19 membuat sebagian orang panik, memborong berbagai kebutuhan dasar seperti makanan (panic buying). Hal ini jelas akan membawa efek negatif bagi orang lain seperti yang contohnya dialami oleh seorang perawat di Inggris.

Dawn Bilbrough viral di media sosial ketika ia membagikan videonya sendiri menahan tangis usai tidak bisa menemukan stok makanan di toko sekitarnya akibat diborong oleh orang-orang. Dawn mengaku baru saja selesai bekerja shift 48 jam di ICU.

"Tidak ada buah, tidak ada sayur. Saya tidak tahu bagaimana caranya bisa tetap sehat," kata Dawn dalam video yang diunggah di Facebook.

"Mereka benar-benar menghabiskan makanan. Tolong hentikan. Hentikan karena masih ada orang-orang seperti saya yang harus merawat kamu ketika kamu sakit," lanjutnya.

Mengapa orang-orang terdorong melakukan panic buying dalam masa krisis wabah virus corona? Psikolog klinis dari University of British Columbia, Steven Taylor mengatakan ada tiga alasan utama. Pertama karena merasa upaya penanganan masih kurang memadai, ingin menyiapkan diri di skenario terburuk, hingga ikut-ikutan orang lain.

"Di satu sisi dapat dimengerti, tetapi di sisi lain itu berlebihan," kata Taylor.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)