Kamis, 26 Mar 2020 07:28 WIB

Apa Itu Airborne dan Bisakah COVID-19 Menular dengan Cara Itu?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Batuk Foto: shutterstock/Apa Itu Airborne? Salah Satu Contohnya adalah COVID-19
Jakarta -

Seiring kasus infeksi virus corona yang makin meningkat, airborne menjadi salah satu kata yang paling dicari. Hingga hari ini, Selasa (24/3/2020), total COVID-19 ada 686 kasus dengan 30 pasien berhasil sembuh. Sedangkan yang meninggal ada 55 kasus.

Sebetulnya, apa itu airborne? Apakah COVID-19 termasuk di dalamnya?

Dikutip dari healthline, airborne atau airborne disease adalah penyakit yang menyebar lewat udara. Akibatnya seseorang bisa sakit hanya karena dia menghirup udara, yang telah tercemar virus atau bakteri penyebab penyakit.

Airborne disease bisa menyebar saat ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau sekadar bicara. Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara.

Beberapa kelompok virus dan bakteri bisa menggantung di udara, terbawa angin, atau mendarat di orang lain. Patogen ini masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa dicuci lebih dulu.

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara cenderung sulit dikontrol. Karena itu, sangat penting mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah terinfeksi.

Beberapa jenis airborne disease adalah:

1. COVID-19?

Pandemi virus corona atau COVID-19 masih terus terjadi sejak ditemukan pada akhir 2019 dan awal 2020. Informasi COVID-19 terus diupdate bergantung dari hasil riset terkini dari para ahli. Gejala awal COVID-19 adalah demam, batuk, napas pendek, dan secara umum merasa tidak enak badan. Kemungkinan COVID-19 ditularkan secara airborne masih diteliti, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang memastikan hal tersebut.

2. Flu

Hampir semua orang pernah mengalami flu atau influenza hingga beberapa kali selama hidup. Daya tular penyakit ini cenderung tinggi hingga 5-7 hari usai munculnya gejala pertama. Virus memiliki banyak strain penyebab flu yang terus berubah setiap saat. Hal inilah yang menyulitan tubuh membangun sistem imun menghadapi flu.

3. Cacar air

Penyakit cacar air disebabkan virus varicella-zoster. Cacar air bisa menular satu hingga dua hari sebelum gejala awal terlihat berupa kulit yang kemerahan. Virus perlu waktu sekitar 21 hari hingga akhirnya menyebabkan penyakit. Biasanya seseorang hanya satu kali sakit cacar air selama hidup, sebelum virus dorman di dalam tubuh.

4. Mumps atau gondongan

Mums juga dikenal sebagai parotitis, yaitu penyakit akibat virus yang menyerang kelenjar ludah (parotis gland) antara rahang dan telinga. Serangan ini mengakibatkan peradangan dan pembengkakan di pipi belakang bagian bawah atau leher atas. Mumps biasanya ditemukan di wilayah dengan kebersihan yang kurang baik.

5. TB atau tuberkulosis

Penyakit TB adalah contoh airborne disease lainnya. Bakteri TB tidak mudah menyebar kecuali kerap kontak dalam jarak dekat. Sering kontak dengan pasien TB meningkatkan risiko tertular penyakit. Seseorang bisa tertular TB tanpa harus ikut sakit atau menularkannya pada orang lain.

Apakah airborne disease bisa dicegah?

Dengan mudahnya penyebaran airborne disease maka tidak mungkin bebas seutuhnya dari penyakit ini. Namun ada upaya pencegahan yang terbukti efektif menurunkan risiko terinfeksi airborne disease.

Berikut upaya pencegahan airborne disease:

1. Menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala atau sedang sakit airborne disease

2. Tinggal di rumah saat sedang sakit dan jangan berdekatan dengan orang yang memiliki daya imun lemah

3. Gunakan masker jika harus berada di kerumunan untuk menekan risiko penularan

4. Tutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau bagian siku pakaian, untuk menekan risiko penularan

5. Jangan menyentuh wajah sendiri atau orang lain jika belum cuci tangan

6. Vaksin bila sudah tersedia. Penyakit airborne disease yang telah memiliki vaksin antara lain difteri, influenza, dan MMR.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)