Kamis, 26 Mar 2020 18:25 WIB

Ibarat Perang Lawan Corona, Prajurit di Garda Depan Butuh Update Data

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Semarang -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah mendesak pemerintah memberikan data update dan terperinci terkait virus corona covid-19. Hal itu penting untuk menentukan langkah yang diambil untuk penanganan.

Ketua IDI Jateng, Joko Handojo mengatakan ada beberapa hal yang diserukan IDI Jateng yaitu pertama mengimbau masyarakat agar memenuhi pedoman dan petunjuk dengan disiplin tinggi agar penyebaran Covid-19 terputus.

"Kami mohon kepada masyarakat benar-benar disiplin, tetap di rumah. Ini untuk memotong persebaran jadi ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien dalam Pengawasan) bisa ditekan jumlahnya dan bisa segera akhiri bencana ini," kata Joko, Kamis (26/3/2020).

Kemudian Joko menyebutkan satgas Covid-19 IDI Jateng dan cabang di Jateng juga bersiap menghadapi penyakit infeksi lainnya seperti TBC, Demam Berdarah Dengue, hepatitis, dan lainnya.

"Ketiga, mobilisasi dokter, perlu penambahan dokter dan antisipasi jika dokter yang menangani jadi ODP atau PDP, garda terdepannya adalah dokter," ujarnya.

Hal lainnya yaitu soal mobilisasi logistik, kemudian keterbukaan data, lalu usul agar pemeriksaan untuk diagnostik menggunakan PCR bisa dilakukan di Jateng dengan menyediakan praimer.

"Mengusulkan, menunjuk rumah sakit fokus dan merencanakan dengan berkelanjutan sesuai ekskalasi yang berkembang," ujarnya.

Terkait permintaan data update pasien corona, Joko mengumpamakan saat ini adalah medan perang dengan dokter sebagai prajuritnya, maka butuh data lengkap agar mudah penanganan mulai dari mudah memantau ODP dan sebagainya.

"Karena seperti menghadapi perang maka diperlukan data lawan sehingga diperlukan hingga untuk menentukan langkah yang sesuai," katanya.

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Jateng, Djoko Widyarto menambahkan memang ada aturan di mana detail pasien tidak boleh diungkap, namun untuk tenaga medis itu penting apalagi terkait penanganan wabah sesuai dengan PP nomor 40 tahun 1991 tentang wabah.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "IDI Optimistis Pandemi COVID-19 Tuntas Akhir Juni Ini, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]