Kamis, 26 Mar 2020 19:01 WIB

Terdepan Lawan Corona, Tenaga Kesehatan Bertumbangan karena Kurang APD

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah. Tenaga kesehatan bertumbangan kekurangan APD. (Foto ilustrasi: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan virus corona COVID-19. Anies mengatakan hingga saat ini ada 50 tenaga medis yang sudah terpapar COVID-19. Cukup banyak, yakni 9,7 persen, dibandingkan total kasus positif di DKI yakni 515.

"Bahwa garda terdepan di dalam menghadapi wabah COVID-19 ini adalah tim medis. Mereka yang berada paling depan, bekerjanya paling keras, paling berat, dan risikonya paling besar," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Kamis (26/3/2020).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, menjelaskan minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu faktor banyaknya tenaga medis yang terinfeksi.

"Ini yang saya tahu barang (APD) masih sedikit, kami memohon dan sangat meminta kepada pemerintah untuk membantu menyediakan APD yang memadai. Kalau tidak saya khawatir ada banyak petugas yang tidak bisa melakukan pelayanan," jelasnya saat dihubungi detikcom Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, tenaga kesehatan yang mestinya menjadi garda terdepan banyak yang kini malah menjadi pasien. Hal ini bisa menghambat pelayanan jika angkanya semakin bertambah.

"Tenaga kesehatan yang mestinya menjadi garda terdepan sekarang menjadi pasien dan harus dilayani. Itu kenapa kami sangat meminta dan memohon soal APD ini, dan kami sampaikan ke tenaga kesehatan meskipun kawan-kawan berniat menolong untuk kemanusiaan tapi kalau tidak dilengkapi APD, kawan-kawan ini justru akan menjadi beban pelayanan dan berisiko menjadi beban kepada yang lain," tambahnya.

Daeng menegaskan ini bukan persoalan takut dan lain hal. Namun demi menghadapi bersama wabah virus corona COVID-19 di Indonesia.

"Bukan karena takut, semua orang memang khawatir terinfeksi tetapi lebih karena petugas kesehatan adalah tenaga strategis untuk layanan virus corona COVID-19 ini. Jangan sampai karena APD tidak memadai, kemudian dia melakukan pelayanan, tidak memakai APD dan terpapar," katanya kembali menegaskan.



Simak Video "Tangani Pasien Corona, Tim Medis Kenakan Berlapis-Lapis APD"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)