Jumat, 27 Mar 2020 12:37 WIB

Jokowi Tolak Lockdown, Dewan Guru Besar FKUI Sarankan Local Lockdown

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemerintah Kota Tegal melakukan Lockdown lokal dengan menutup jalur pantura dari arah Jawa Tengah maupun arah Jakarta sehingga kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) mulai hari Senin (23/3/2020) hingga 14 hari mendatang. Pemerintah Kota Tegal akan menerapkan lockdown menghadapi wabah corona. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan menerapkan lockdown. Hal ini dianggap menjadi sikap pemerintah pusat terhadap wabah virus corona COVID-19 yang kini terus meluas di Indonesia.

"Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang juga telah memberikan interuksi kepada kepala gugus tugas tidak akan ada lockdown," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo beberapa hari lalu.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyarankan local lockdown atau karantina daerah sebagai alternatif. Dalam surat edaran yang ditujukan untuk Jokowi, Ketua Dewan Guru Besar FKUI Profesor Dr dr Siti Setiati, SpPD, K-Ger, MEpid, FINASIM, menyarankan karantina daerah dilakukan secara selektif untuk menghambat lajut penyebaran virus corona.

"Karantina wilayah disarankan dilakukan minimal 14 hari, di provinsi-provinsi yang menjadi episentrum (zona merah) penyebaran COVID-19 atau daerah lain dengan berbagai pertimbangan," tulis surat yang diterima detikcom dan dikutip pada Jumat (27/3/2020).

"Karantina wilayah akan memudahkan negara untuk menghitung kebutuhan sumber daya untuk penanganan di rumah sakit (sumber daya manusia, alat pelindung diri/APD, fasilitas RS). Pelaksanaan local lockdown ini dilakukan dengan melibatkan kerja sama lintas sektor yang matang dan melibatkan pemerintah daerah," lanjutnya.

Pemerintah Kota Tegal jadi salah satu daerah di Indonesia yang memutuskan untuk menutup total akses ke wilayahnya (lockdown). Lockdown dilakukan selama empat bulan ke depan, mulai dari 30 Maret 2020 dan berakhir 30 Juli 2020.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)