Jumat, 27 Mar 2020 13:47 WIB

Dilema Saat Pandemi Corona, Dokter di Spanyol Prioritaskan Pasien Muda

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Italia jadi salah satu negara dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi di luar China. Petugas medis di negara itu bahu membahu rawat pasien virus corona. Dokter di spanyol prioritaskan pasien muda corona untuk ditangani. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

dr Daniel Bernabeu, salah satu dokter di rumah sakit terbesar di Madrid menandatangani sertifikat kematian salah satu pasien di ruang gawat darurat dan segera kembali bertugas menangani pasien corona lainnya.

Mengutip Bloomberg, gambaran di rumah sakit tersebut dipenuhi dengan banyak pasien yang sekarat. Bahkan mereka tak tahu apakah bisa mendapat perawatan atau tidak. Hal ini dikarenakan jumlah korban pandemi virus corona COVID-19 di sana lebih banyak dari tenaga medis.

Rumah sakit La Paz, tempat dr Bernabeu bekerja pun diketahui sebanyak 240 orang menunggu di ruang gawat darurat. Beberapa fasilitas pemakaman di Madrid, ibu kota Spanyol, pun telah menghentikan layanannya. Tidak ada ruang tersisa di kamar mayat, sehingga mayat disimpan di gelanggang es.

Dalam wawancaranya bersama Bloomberg, dr Bernabeu menjelaskan ada aturan baru yang menentukan bahwa pasien yang lebih muda dengan kondisi yang lebih baik akan lebih dulu ditangani karena lebih banyak peluang untuk hidup.

"Kakek itu dalam situasi lain akan memiliki kesempatan. Ada banyak dari mereka, semuanya sekarat pada waktu yang sama," jelasnya.

dr Bernabeu juga menjelaskan ada banyak dokter yang berada di garis depan tak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Mereka hanya menggunakan jubah katun dan masker.

"Kolega jatuh sakit di sekitar kita," kata dr Bernabeu. "Aku seorang ahli radiologi, aku seharusnya tidak berada di UGD, namun di sini aku berada," ujarnya.

Rumah sakit La Paz mengubah ruang tunggu menjadi ruang khusus pasien COVID-19. Namun akses ke perawatan intensif semakin sulit.

"Kami benar-benar kewalahan," kata dr Bernabeu.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)