Sabtu, 28 Mar 2020 05:59 WIB

Efektifkah Semprotan Disinfektan di Tempat Umum untuk Cegah Corona?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Penyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran corona. Area ruang publik seperti halte bus TransJakarta jadi sasaran penyemprotan disinfektan Disinfeksi virus corona COVID-19 di tempat publik (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sejak virus corona masuk ke Indonesia, berbagai hal untuk mencegah penyebarannya mulai dilakukan. Mulai dari anjuran tetap di dalam rumah hingga penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat umum yang menjadi pusat orang berkumpul.

Tapi, apakah tindakan menyemprotkan disinfektan itu cukup efektif?

"Saya rasa tergantung juga. Artinya, harus konsisten secara reguler dalam menggunakan disinfektan," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, saat konferensi pers daring Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Peduli COVID-19 pada Jumat (27/3/2020).

Menurut Prof Ari, hal itu akan efektif jika setelah tempat atau wilayah itu disemprotkan disinfektan, orang-orang sudah tidak ke tempat itu lagi. Artinya, sejak saat itu orang-orang sudah mulai menetap di dalam rumah.

"Yang efektif adalah setelah diberikan disinfektan, sudah tidak ada lagi orang yang masuk ke situ. Itu maknanya jika ingin efektif," ujarnya.

Jika sudah diberikan atau disemprotkan disinfektan, lalu tempat itu ramai kembali akan sia-sia. Prof Ari mengatakan infeksius akan kembali terjadi bersamaan dengan banyak tangan yang menempel di dinding lagi atau hal-hal lain yang bisa menyebarkan virus itu kembali.



Simak Video "Dokter Paru: Bilik Disinfektan Bikin Batuk dan Sesak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)