Sabtu, 28 Mar 2020 15:06 WIB

Ilmuwan Prediksi Puncak Wabah Corona di Indonesia Terjadi di April

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Corona (Foto: Ilustrator: Fuad Hasim)
Jakarta -

Sejak awal wabah virus corona di Indonesia, banyak yang membuat prediksi laju penyebaranya. Melihat dari angka penularan yang tiap hari makin bertambah, beberapa pakar membuat prediksi mengenai akhir pandemi virus corona.

"Banyak yang membuat prediksi perjalanan wabah di Indonesia. Terus terang prediksi labnya agak sulit sekarang karena penyebabnya multifaktorial," sebut Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio kepada detikcom, Sabtu (28/3/2020).

"Saya pribadi memprediksi puncaknya akan terjadi dalam waktu dua-tiga minggu ke depan, setelah itu diharapkan jumlah kasusnya akan menurun. pertengahan puasa, mungkin pertengahan April ke Mei akan mencapai puncak," sambungnya.

Prediksi tersebut disebut akan tercapai apabila kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga jarak dan tidak bepergian saat tak perlu diterapkan semaksimal mungkin. Sebab, Prof Amin menyebut saat ini masih banyak yang menganggap virus corona bukan kasus serius, mirip flu biasa sehingga banyak yang mengabaikan imbauan tinggal di rumah atau social distancing.

Selain itu beberapa faktor yang bisa mempengaruhi lama atau tidaknya pandemi berakhir salah satunya kecepatan mendeteksi virus. Pendeteksian harus diupayakan untuk bisa mendeteksi secepat mungkin, baik dengan rapid test atau RT-PCR.

"Tentu kita juga harus membatasi ruang gerak virus juga dengan mengikuti anjuran tinggal di rumah. Ini memperkecil kemungkinan virus untuk menyebar," ucapnya.

Prof Amin menyebut kapasitas pengecekan virus di LBM Eijkman mencapai 180 sampel perhari. Lamanya proses penelitian akan berlangsung sekitar dua hari setelah LBM Eijkman menerima sampel pasien dari rumah sakit.



Simak Video "Viral Wanita AS Bagikan Pengalaman Saat Tes Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)