Minggu, 29 Mar 2020 15:11 WIB

3 Fakta Remdesivir yang Diuji WHO Sebagai Obat Corona di Malaysia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ilustrasi obat WHO tunjuk Malaysia untuk uji coba remdesivir untuk obat corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Organisasi kesehatan dunia (WHO) memilih Malaysia sebagai salah satu tempat uji coba Remdesivir. Obat yang awalnya dibuat untuk mengatasi Ebola ini digadang-gadang efektif mengobati virus corona COVID-19.

Selain Malaysia, beberapa negara juga terpilih sebagai tempat uji coba Remdesivir. Di antaranya Bahrain, Kanada, Prancis, Iran, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Thailand.

Beberapa fakta yang perlu diketahui tentang Remdesivir adalah sebagai berikut:

1. Awalnya untuk mengobati Ebola

Dikutip dari situs resmi Gilead, Remdesivir merupakan obat dengan aktivitas antivirus yang belum disetujui penggunaannya di manapun di seluruh dunia. Namun uji coba terbatas pada MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) menunjukkan adanya kemungkinan dipakai pada COVID-19.

Perusahaan farmasi Amerika Serikat, Gilead Sciences Inc, awalnya mengembangkan obat ini untuk mengatasi Ebola dan virus Marburg.

2. Uji klinis di China

Pada COVID-19, China telah melakukan 2 uji klinis terhadap Remdesivir dan menyimpulkan bahwa obat ini manjur mengatasi virus corona. China bahkan dikabarkan telah mengajukan paten atas penggunaannya untuk COVID-19 pada Januari 2020.

3. Diuji bersama obat lain

Selain Remdesivir, beberapa obat lain juga akan menjalani uji klinis sebagai obat COVID-19. Di antaranya adalah obat malaria Klorokuin (Chloroquine) dan hidroksiklorokuin (hydroxychloroquine), kombinasi obat HIV (Human Immunodeficiency Virus) Loponavir dan Ritonavir, serta kombinasi yang sama ditambah Interferon-beta.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)