Rabu, 01 Apr 2020 16:31 WIB

300 Siswa Polisi Sukabumi 'Positif' Corona Lewat Rapid Test, Ini Artinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan warga mengikuti rapid tes di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (31/3). Kebanyakan dari mereka adalah warga yang mendaftar melalui Pikobar. Ratusan siswa polisi 'positif' corona lewat rapid test. (Foto: Whisnu Pradana)
Jakarta -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, ada 300 siswa polisi Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi yang terindikasi positif Covid-19 lewat hasil rapid diagnostic test (RDT) yang dilakukan secara masif di 27 kota dan kabupaten di Jabar.

Temuan warga yang positif sebagian besar berasal dari wilayah Kota Sukabumi.

"Kami temukan ada klaster Sukabumi," kata pria yang akrab disapa Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/2020).

Pemeriksaan rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus, dalam kasus ini virus corona COVID-19. Dengan kata lain, hasil positif pada rapid test menunjukkan bahwa antibodi telah terdeteksi.

Adanya antibodi menunjukkan seseorang pernah terpapar virus corona COVID-19. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menegaskan rapid test bukan untuk penegakan diagnosis, sehingga hasilnya tetap harus dikonfirmasi dengan RT PCR (real time polymerase chain reaction).

Jika hasil rapid test yang dilakukan dengan pengambilan tes darah menunjukkan dugaan positif, pasien akan menjalani RT PCR dengan swab atau usapan lendir hidung dan tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan virus yang sesungguhnya.

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan dengan rapid test memiliki kelemahan karena tes bisa memberikan hasil 'false negative' yakni tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi bila tes dilakukan pada fase yang tidak tepat.

Selain itu dalam jurnal berjudul 'Antibody Responses to SARS-COV-2 in patients of novel coronavirus disease 2019', Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute. mengatakan sensitivitas rapid test serologi sekitar 36 persen dari 100 kasus COVID-19.

"Sensitivitas tes serologi itu sekitar 36 persen, kalau tidak salah. Jadi dari 100 kasus yang terkonfirmasi COVID-19 dia bisa mendeteksi sekitar 30. Jadi itu harus hati-hati," jelasnya.



Simak Video "Kabar Baik! Ridwan Kamil: Kit Rapid Test Buatan Jabar Capai Akurasi 80%"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)