Minggu, 05 Apr 2020 15:07 WIB

RS di Ekuador Tak Muat, Jenazah Diduga Corona Terpaksa Dibiarkan di Jalanan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Medical workers in protective suits take a passenger tested positive for a new coronavirus from the cruise ship Diamond Princess to ambulances at Yokohama Port in Yokohama, south of Tokyo, Wednesday, Feb. 5, 2020. Japan said Wednesday 10 people on the cruise ship have tested positive for the new virus and were being taken to hospitals. Health Minister Nobukatsu Kato said all the 3,700 people and passengers on the ship will be quarantined on board for up to 14 days under Japanese law. (Hiroko Harima/Kyodo News via AP) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Hadapi pandemi corona, jalan di sekitar Guayaquil, bagian barat Ekuador, sepi. Hanya sedikit penduduk yang masih terlihat dan beberapa jenazah yang dibiarkan di jalanan.

Kota terpadat di Amerika Selatan ini tampak kewalahan dengan layanan publik kesehatan yang tidak memadai. Rumah sakit setempat dilaporkan tidak memiliki tempat tidur tersisa untuk menerima pasien yang sakit, begitu pun kamar mayat.

Mengutip CNN, warga terpaksa menempatkan jenazah di jalanan karena mereka tidak mempunyai pilihan lain selain menempatkannya di luar. Saat menghubungi telepon darurat, para warga hanya disuruh menunggu.

Banyak warga setempat yang mengatakan orang terdekat yang memiliki gejala corona tidak dapat dirawat di rumah sakit Guayaquil karena kewalahan.

"Kami telah menunggu selama lima hari," kata Fernando Espana dalam sebuah video yang diperoleh Reuters pada 30 Maret, ketika ia mengeluh tentang perjuangan untuk meminta pihak berwenang menjemput anggota keluarganya.

"Kami lelah menelepon 911 dan satu-satunya hal yang mereka katakan adalah menunggu, mereka bekerja untuk menyelesaikan ini," lanjutnya ketika dia menggerakkan kamera melalui jendela untuk menunjukkan bentuk hitam terbungkus plastik di dalam rumah.

Peti mati berisi mayat seseorang yang diduga meninggal karena virus corona COVID-19 terbungkus plastik dan ditutupi dengan kardus. "Ini bau dari tubuh yang tidak bisa lagi ditangani," kata tetangga Espana, Glenda Larrea Vera dalam video yang sama, dari seberang jalan berbicara di balik masker.

Walikota Guayaquil, Cynthia Viteri, belum mengetahui pasti penyebab jenazah dibiarkan di jalanan. Ia dengan putus asa meminta bantuan dari pemerintah nasional dalam sebuah video yang diposting ke akun Twitter-nya minggu lalu.

"Apa yang terjadi dalam sistem kesehatan masyarakat negara itu? Mereka tidak mengambil orang mati dari rumah, mereka meninggalkan jenazah di trotoar, mereka jatuh di depan rumah sakit. Tidak ada yang mau mengambilnya," katanya.

Jenazah yang dibiarkan di jalanan belum diketahui pasti apakah jenazah tersebut berkaitan dengan corona. Berdasarkan laporan setempat, beberapa orang sekarat saat menunggu perawatan medis, hingga akhirnya meninggal sebelum dapat tertangani.

Menurut sumber rumah sakit yang meminta untuk tidak diidentifikasi, tidak ada tempat tidur yang tersedia untuk pasien maupun jenazah. Pada hari Jumat, Departemen Nasional Risiko dan Departemen Manajemen Darurat Ekuador melaporkan 3.368 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan 145 kematian di seluruh negeri, 102 di antaranya adalah kematian terdaftar di provinsi Guayas, tempat Guayaquil berada.

Tetapi beberapa warga prihatin bahwa kasus positif yang dikonfirmasi lebih tinggi daripada apa yang dilaporkan oleh pemerintah Ekuador, dan mereka menuntut tindakan.



Simak Video "Virus Corona Masuk Indonesia, Ini Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)