Senin, 06 Apr 2020 05:35 WIB

Kisah Seorang Anak Tak Bisa Makan Tiga Hari Saat Lockdown di Malaysia

Anjar Mahardhika - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Mencegah penyebaran virus corona COVID-19 yang semakin meluas, banyak negara melakukan pembatasan wilayah untuk melarang warganya meninggalkan atau memasuki suatu daerah tertentu yang disebut lockdown. Malaysia sudah menerapkan kebijakan tersebut yang disebut Movement Control Order (MCO).

Dikutip dari World Of Buzz, beredar sebuah video yang viral memperlihatkan seorang anak yang tidak bisa makan selama tiga hari. Video ini pertama kali dibagikan oleh seorang pemilik akun Facebook bernama Mohd Zaki Bin Salleh.

"Ini adalah kenyataan bagaimana keadaanya. Seorang anak menghentikan mobil saya dan meminta makanan, bahkan ia mengatakan sudah tiga hari belum makan," tulis Mohd Zaki dalam unggahannya di Facebook.

Dalam video nya tersebut, seorang anak yang bernama Krisnen menceritakan ia, dan keluarganya tak bisa makan selama tiga hari terakhir. Keluarganya terdiri dari lima orang.

Krisnen menyebutkan bahwa ayahnya tidak dapat berkerja. Hal ini dikarenakan pemerintah tengah menerapkan kebijakan lockdown dalam menghadapi pandemi corona.



Simak Video "Lockdown Berakhir, China Kini Hadapi Gelombang Kedua Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)