Senin, 06 Apr 2020 18:52 WIB

Kekurangan Ventilator, AS Tetapkan Prioritas Pemakaian pada Pasien Corona

Anjar Mahardhika - detikHealth
A medical staff checks on a ventilator of an intensive care unit at a newly inaugurated hospital by the Tamil Nadu state during a government-imposed nationwide lockdown as a preventive measure against the COVID-19 coronavirus, in Chennai on March 27, 2020. (Photo by Arun SANKAR / AFP) Ventilator untuk pasien virus corona COVID-19 (Foto: AFP/ARUN SANKAR)
Jakarta -

Amerika Serikat menjadi negara terbanyak yang terinfeksi virus corona COVID-19. Mengutip data yang dirangkum Johns Hopkins University and Medicine, per Senin (6/4/2020) orang yang dinyatakan positif di Amerika mencapai angka 337.637 kasus.

Dengan tingginya kasus positif virus corona di AS, persedian medis di negara tersebut semakin menipis. Banyak rumah sakit dan dokter yang mulai menerapkan pasien yang berhak mendapat ventilator dan yang harus diselamatkan atau yang tidak.

Mengutip CNN, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan tingginya tingkat rawat inap membuat persediaan ventilator di wilayah tersebut semakin sedikit.

"Kami memiliki sekitar enam hari sisa ventilator dalam persediaan," kata Andrew Cuomo saat rapat tentang virus corona, pada Kamis (2/4/2020).

Direktur Center for Bioethics di Harvard Medical School, Dr Robert Troug mengatakan saat ini ia membantu banyak rumah sakit menentukan kebijakan pasien yang berhak menerima perawatan intensif selama pandemi virus corona.

Troug dikabarkan mengadopsi kebijakan yang pernah dikembangkan Dr Douglas White seorang ahli kedokteran perawatan kritis di University of Pittsburgh Medical Center (UMPC) tentang penggunaan poin pada setiap pasien yang berhak mendapatkan perawatan.

Jadi semakin rendah poin skor pasien, maka akan semakin tinggi prioritas mereka untuk dilakukan perawatan begitu pula sebaliknya. Penerapan skor ini mempertimbangkan harapan hidup dan pasien yang lebih muda. Kebijakan ini pun sudah diterapkan di banyak RS yang berada di Amerika Serikat.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)