Rabu, 08 Apr 2020 20:05 WIB

Jadi Pilot di Usia 16 Tahun, Remaja Ini Bagikan APD untuk Tenaga Medis

Firdaus Anwar - detikHealth
Pekerja membuat pakaian alat perlindungan diri (APD) tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Pakaian APD tersebut dijual Rp45.000 untuk jenis pakaian sekali pakai dan Rp75.000 untuk pakaian yang bisa dicuci. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama. Jadi pilot di usia 16 tahun, remaja ini bagikan APD. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

TJ Kim dari Virginia, Amerika Serikat, mengaku terpukul ketika sekolahnya ditutup dan segala aktivitas di luar berhenti akibat wabah virus Corona COVID-19. Ia ingin membantu sebagai relawan namun apa yang bisa dilakukannya terbatas. Tanpa ada surat izin mengemudi (SIM) ia bahkan tidak bisa jadi sopir logistik.

Kim lalu terpikir memanfaatkan kemampuannya sebagai pilot untuk membagikan alat pelindung diri (APD) pada tenaga medis yang membutuhkan. Kim memang tidak bisa mengemudikan mobil, namun ia bisa menerbangkan pesawat berkat les penerbangan yang pernah diikutinya tahun lalu.

"Untuk memikirkan kebutuhan orang lain di tengah kondisi murungnya menegaskan bagi saya betapa luar biasanya anak ini," kata sang instruktur, Dave Powell, seperti dikutip dari AP, Rabu (8/4/2020).

Saat ini Kim punya misi mengirimkan kebutuhan tenaga medis di 10 rumah sakit daerah terpencil Virginia. Penerbangannya yang terakhir membawa sekitar 3.000 sarung tangan lateks, 1.000 penutup kepala, 500 pembungkus alas kaki, 50 masker nonbedah, 20 pelindung mata, dan 10 botol konsentrat hand sanitizer.

"Rasanya lebih bebas... Kalau menyetir kamu harus memikirkan jalur, blindspot, dan lainnya," kata Kim membandingkan rasanya menerbangkan pesawat dengan mengendarai mobil.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hand Sanitizer Digunakan Terus Menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)