Kamis, 09 Apr 2020 05:44 WIB

Round Up

Gejala dan Penyebab Meningitis, Penyebab Glenn Fredly Meninggal Dunia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Isyana Sarasvati  saat duet bersama Glenn Fredly Glenn Fredly meninggal dunia (Foto: Gus Mun/detikHOT)
Jakarta -

Musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18:47 WIB di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Seorang perwakilan keluarga memastikan pemilik nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini meninggal bukan karena virus Corona COVID-19.

"Akibat meningitis," kata perwakilan keluarga Glenn, Mozes Latuihamalo, dalam keterangan resminya, Rabu (8/3/2020).

Karena penyakitnya tersebut, Glenn sempat dirawat di rumah sakit bulan lalu. Keluhan terkait penyakitnya sudah dirasakan sejak bulan lalu.

Apa itu meningitis?

Dikutip dari Mayo Clinic, meningitis adalah radang pada selaput atau membran (meninges) yang menyelubungi otak. Umumnya memicu sakit kepala, demam, dan nyeri leher.

Meningitis umumnya dipicu oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri dan parasit lain juga bisa menjadi penyebabnya. Bisa sembuh sendiri tanpa perawatan, tetapi bisa juga mengancam nyawa.

Seperti apa gejala meningitis?

Gejala meningitis bisa juga ringan seperti influenza. Dalam beberapa jam atau hari, gejala bisa memburuk.

Beberapa gejala yang bisa dikenali antara lain:

  • Mendadak demam tinggi
  • Leher kaku
  • Nyeri kepala hebat dan tidak wajar
  • Sakit kepala disertai mual muntah
  • Pusing dan susah konsentrasi
  • Kejang
  • Mengantuk dan susah bangun
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Tidak nafsu makan dan tidak haus
  • Ruam kulit pada meningitis akibat infeksi meningococcus.

Apa saja jenis-jenis dan penyebab meningitis?

Dikutip dari Healthline, ada beberapa jenis meningitis:

1. Meningitis jamur


Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut Cryptococcus. Jenis yang langka ini kemungkinan besar menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun, meningitis jenis ini tidak menular.

2. Meningitis parasit


Meningitis ini sangat langka dan dapat mengancam nyawa. Ini bisa disebabkan oleh amuba mikroskopis yang disebut Naegleria fowleri. Parasit masuk ke tubuh melalui hidung dan biasanya terdapat di danau atau sungai yang terkontaminasi, tetapi jenis ini tidak menular.

3. Meningitis non-infeksi


Meningitis tidak selalu terjadi karena infeksi, tetapi bisa berkembang dari akibat cedera kepala atau operasi otak. Jenis ini dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, lupus atau kanker. Meningitis jenis ini juga tidak menular.

4. Meningitis virus


Meningitis jenis ini adalah paling umum. Virus enterovirus yang menjadi penyebabnya bisa menyebar melalui kontak langsung dengan air liur, lendir hidung, atau feses. Jenis meningitis ini juga mudah menyebar melalui batuk dan bersin. Kontak langsung ataupun tidak dengan orang yang terinfeksi juga dapat meningkatkan risiko tertular.

5. Meningitis bakteri


Meningitis jenis ini termasuk penyakit serius yang dapat mengancam nyawa. Paling sering disebabkan oleh Neisseria meningitidis atau Streptococcus pneumoniae dan keduanya menular. Bakteri ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh, jadi seseorang tidak bisa tertular secara langsung walaupun ada di dekat orang yang memiliki penyakit ini. Namun, jika melakukan kontak dekat secara berkepanjangan, maka akan meningkatkan risiko penularan. Bakteri juga dapat menyebar dan menular melalui:

  • Air liur
  • Lendir
  • Ciuman
  • Berbagi peralatan makan
  • Batuk
  • Bersin
  • Makanan yang terkontaminasi

Komplikasinya seperti apa?

Komplikasi meningitis cukup beragam. Semakin lama seseorag mengidap penyakit tersebut tanpa pengobatan, semakin besar risiko kejang dan kerusakan neurologis permanen. Kerusakan fungsi ginjal juga termasuk salah satu komplikasinya.

Berbagai komplikasi meningitis antara lain sebagai berikut:

  • Gangguan pendengaran
  • Kesulitan daya ingat
  • Kerusakan otak
  • Kejang
  • Gagal ginjal
  • Syok
  • Kematian.


Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)