Kamis, 09 Apr 2020 20:49 WIB

Dimiliki Vanessa Angel, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Xanax

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vanessa Angel Vanessa Angel tersandung kasus psikotropika. (Foto: Instagram Vanessa Angel)
Jakarta -

Vanessa Angel akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Metro Jakarta Barat dalam kasus psikotropika. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Maradona, mengatakan Vanessa mengaku memiliki resep dokter untuk membeli Xanax, namun dosis Xanax yang dimilikinya tidak sesuai dengan res dokter yang diakuinya itu.

"Tanpa hak menyimpan, memiliki bisa dipidana, ada ancaman hukumannya. Jadi bukan resep yang palsu dan dokter beri keterangan bahwa salah satu dulu ada resep, itu yang diberikan dan ada di tangan VA itu berbeda, yang satu di resep dokter itu 0,5 mg, (sedangkan) yang kami sita dari Saudari VA 1 mg," kata Kompol Ronaldo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Xanax adalah salah satu psikotropika golongan IV yang berfungsi sebagai obat penenang. Ini juga termasuk ke dalam golongan alprazolam yang kerap disalahgunakan.

Mengutip dari laman Drug, berikut ini 6 hal yang perlu diketahui tentang Xanax.


1. Cara kerja

Xanax yang termasuk ke dalam golongan alphazolam ini bisa digunakan sebagai obat untuk kecemasan dan gangguan suasana hati lainnya. Selain itu, obat ini memberikan efek menenangkan atau obat penenang.

Para ahli belum yakin bagaimana obat ini bekerja dalam menstabilkan suasana hati. Tetapi, para ahli mengatakan obat ini bisa meningkatan aktivitas GABA (asam gamma-aminobutyric) dan neurotransmitter di otak.

2. Kegunaan

Obat ini bisa membantu mengelola gejala gangguan kecemasan atau menghilangkan gejala tersebut dalam jangka pendek. Bisa juga membantu mengatasi gejala kecemasan yang berhubungan dengan depresi.

Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk pengobatan gangguan panik dengan atau tanpa agrafobia (rasa takut akan tempat atau situasi yang menyebabkan kepanikan atau rasa malu).

3. Efek samping

- Mengantuk atau tidak stabil saat berdiri.
- Menurunkan tekanan darah, jantung berdebar, sembelit, mual, mulut kering, sakit kepala, hingga penurunan libido.
- Menyebabkan kecanduan hingga muncul ketergantungan emosional maupun fisik.
- Mengalami kejang, tremor, kram, muntah, berkeringant, atau insomnia saat berhenti mendadak atau berangsur-angsur mengkonsumsi obat tersebut.
- Efek lainnya bisa mengalami depresi pernapasan (pernapasan lambat dan dangkal), koma, bahkan kematian.

4. Tips aman mengkonsumsinya

- Bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Setelah mengkonsumsinya, hindari mengoperasikan mesin, mengendarai kendaraan, dan pekerjaan lain yang membutuhkan kewaspadaan mental.
- Hindari alkohol saat mengkonsumsinya.
- Gunakan dengan dosis rendah dan waktu yang singkat.
- Tablet harus diminum pagi hari dengan cara ditelan utuh. tanpa dihancurkan atau dikunyah.
- Konsultasi terlebih dulu sebelum mengkonsumsinya saat hamil.
- Ibu menyusui tidak boleh mengkonsumsi Xanax.

5. Masa respon dan reaksi obat

Efek obat akan terjadi 1-2 jam atau paling lambat muncul 12 jam setelah mengkonsumsinya. Durasi dari efek Xanax ini bervariasi, bisa terjadi dari 6 hingga 27 jam.

6. Interaksi dengan obat lain

Jika Xanax dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, maka akan ada potensi mengurangi efek dan pengaruh obat lain itu di tubuh. Selain itu, efek samping yang terjadi bisa lebih besar dari biasanya.

Resep obat ini tidak dianjurkan untuk diminum secara bersamaan dengan orang lain. Ini harus dikonsumsi sendiri dan perlu dikonsultasikan ke dokter untuk mengelola obat tersebut.



Simak Video "'SwissCovid', Aplikasi asal Swiss Pendeteksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)