Rabu, 15 Apr 2020 14:02 WIB

Nol Kasus Baru untuk Pertama Kalinya, Bagaimana Taiwan Hadapi Pandemi Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Taiwan jadi salah satu negara yang melakukan respon terbaik dalammenangani penyebaran COVID-19. Beragam langkah responsif Taiwan itu pun mendapat pujian dunia. (Foto ilustrasi: Getty Images/Paula Bronstein)
Jakarta -

Pertama kalinya Taiwan melaporkan nol kasus baru virus Corona COVID-19 pada Selasa (14/4/2020). Menteri Kesehatan Chen Shih-ching mengatakan ini adalah pertama kalinya Taiwan tidak memiliki kasus baru dalam 36 hari.

Mengutip harian Taiwan News, hingga kini Taiwan memiliki 393 kasus virus Corona COVID-19, 6 kematian, dan 124 pasien sembuh. 338 di antaranya dilaporkan imported case.

Padahal berdasarkan laporan Anadolu Agency, Taiwan sendiri belum melakukan 'lockdown' dan kehidupan di sana relatif berjalan normal. Sekolah dan bisnis-bisnis berjalan seperti biasanya. Namun protokol kesehatan setempat mengimbau warga agar selalu mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Taiwan dinilai berhasil dalam mengendalikan masa krisis wabah Corona. Presiden Tsai Ing-wen juga dipuji karena kepemimpinannya sangat menentukan selama krisis Corona tersebut.

"Pada Januari lalu, ketika muncul tanda awal munculnya penyakit itu, dia (Presiden Tsai) memperkenalkan 124 langkah untuk menahan penyebaran, tanpa harus menggunakan 'lockdown' yang umumnya dilakukan di negara lain," kata sebuah artikel di Majalah Forbes.

Taiwan pun disebut berhasil menjaga pasokan alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer sehingga tidak langka dan mahal di pasaran. Taiwan belajar dari pengalaman saat menghadapi SARS pada 2003 silam, ia mengambil semua pasokan masker di negara itu saat wabah Corona mulai menyebar di China.

Tak hanya itu, bahkan Taiwan disebut sempat mengingatkan WHO terkait penularan virus Corona dari manusia ke manusia pada 31 Desember lalu, tetapi tak mendapat respons yang diharapkan.

"WHO malah mendukung penolakan China terhadap penularan dari manusia ke manusia sampai 21 Januari. WHO juga terlihat meremehkan ancaman global. Sementara Taiwan tetap melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menahan virus, menguji, melacak kontak, dan menegakkan karantina," kata laporan itu.

Hingga Rabu (15/4/2020), virus Corona telah menginfeksi hampir 2 juta orang di dunia yaitu sebanyak 1.998.111 orang di lebih dari 200 negara. Sebanyak 126.604 kematian dan 478.659 sembuh.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)