Senin, 20 Apr 2020 11:00 WIB

Riset: Diabetes Penyakit Bawaan yang Picu Kematian Pasien COVID-19

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
diabetes Foto: shutterstock
Jakarta -

Tidak hanya lansia saja yang lebih rentan mengalami komplikasi akibat wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2, terdapat beberapa penyakit bawaan lain yang memperparah komplikasi akibat COVID-19 dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Berdasarkan Riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok yang mempelajari 44,672 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif di China menunjukkan adanya kaitan antara tingkat fatalitas COVID-19 dengan riwayat penyakit kronis. Dari kasus positif ini, tercatat bahwa terjadi 1,023 kematian atau tingkat fatalitas sebesar 2,3%. Tingkat fatalitas akibat COVID-19 pada penderita kondisi penyakit kronis Diabetes bahkan menjadi nomor dua tertinggi di bawah penderita penyakit kardiovaskular, yakni mencapai 7,3%.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto juga menerangkan berdasarkan kajian, penyakit bawaan ini menjadi salah satu penyebab mayoritas meninggalnya pasien COVID-19. Dalam konferensi persnya di BNPB pada pertengahan bulan Maret lalu, faktor penyakit pendahulu dikatakan berkaitan dengan fatalitas pada penderita COVID-19, termasuk kondisi diabetes, hipertensi, jantung kronis, dan penyakit paru obstruksi menahun.

Sementara itu, American Diabetes Association menyatakan bahwa penderita diabetes lebih berisiko mengalami gejala yang parah dan komplikasi akibat COVID-19. Hal ini terutama terjadi jika kadar gula darah tidak dikontrol. Kaitan antara kadar gula darah yang tidak terkontrol dan risiko tingkat keparahan COVID-19 ini berkaitan dengan, pertama kadar gula darah yang tidak terkontrol meningkatkan risiko komplikasi diabetes (seperti penyakit jantung) yang dapat memperburuk kondisi.

Kedua, kadar gula darah yang tidak terkontrol dikombinasi dengan komplikasi diabetes dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi. Ketiga, kadar gula darah yang tidak terkontrol dan infeksi virus sama-sama meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Kombinasi kedua kondisi ini akan memperburuk risiko komplikasi.

Selain itu, saat terkena infeksi virus, penderita diabetes berisiko mengalami kondisi diabetic ketoacidosis (tingginya kadar keton di dalam darah) yang mempersulit penanganan kondisi sepsis (salah satu komplikasi serius yang dapat dialami oleh penderita COVID-19).

Apabila kadar gula darah dapat dikontrol dengan baik, risiko ini tentu dapat ditekan. Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan diri dan melakukan physical distancing untuk mengurangi risiko infeksi COVID-19, penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kontrol gula darah. Tak kalah penting, kita juga harus berusaha mengurangi risiko penyakit kronis.

Hidup lebih sehat adalah kuncinya. Batasi konsumsi gula, garam dan lemak. Ganti gula dengan pemanis rendah kalori dan pilihlah versi bebas gula dari snack maupun minuman yang Anda konsumsi sehari-hari seperti cookies, selai, kopi instan, sirup, minumlah buah maupun susu.

Produk bebas gula Tropicana Slim menggunakan pemanis rendah kalori yang telah dinyatakan aman oleh berbagai lembaga kesehatan dunia. Selain itu, produk bebas gula Tropicana Slim juga tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang signifikan sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pemanis Buatan untuk Pengidap Diabetes"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)