Selasa, 21 Apr 2020 11:09 WIB

Saat Remaja Laki-laki Jadi Korban Kekerasan Seksual

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Puluhan ribu anak Australia derita pelecehan seksual khususnya di lembaga gereja Anak dan remaja laki-laki juga rentan jadi korban pelecehan seksual. (Foto: BBC World)

Aliansi Laki-Laki Baru merupakan lembaga yang mendorong keterlibatan laki-laki dalam isu kesetaraan gender. Karena itu Haryo mengatakan Aliansi Laki-Laki Baru memberikan pendampingan psikologis dan hukum pada laki-laki korban kekerasan seksual usa anak. Pendampingan diberikan sejak proses penyusunan berkas acara pidana (BAP) dan pemeriksaan psikologis. dan melakukan pemeriksaan psikologis yang bisa digunakan dalam proses hukum," tutur Haryo.

Meski demikian ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pendampingan hukum. Haryo mengatakan, masyarakat punya kecenderungan untuk mengambil langkah 'damai' karena biasanya pelaku merupakan orang terdekat korban. Sesuai dengan data yang dihimpun oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tahun 2019 yang mencatat pelaku kekerasan seksual terhadap anak didominasi oleh orang terdekat sebesar 80,23 persen. "Sehingga ada beberapa kasus yang proses hukumnya tidak sampai di pengadilan, namun berakhir dengan damai di kepolisian," sebut Haryo.

Penyebab Remaja Rentan jadi Korban Kekerasan Seksual

Psikiater anak dan remaja dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Fransiska Kaligis, SpKJ, mengatakan ada beberapa faktor mengapa kelompok anak dan remaja lebih rentan menjadi korban kekerasan seksual. Kebanyakan dari kelompok tersebut sulit mengatakan "tidak" karena pelaku mayoritas usia dewasa. "Terlebih jika pelaku dikenal korban," ujarnya melalui sambungan telepon kepada detikcom, Kamis (16/4/2020).

Ketidakberdayaan mereka dalam melindungi diri sendiri dari ancaman kejahatan menjadi salah satu faktor anak dan remaja pada tindak kejahatan ini. Jika hal ini tidak tertangani dengan baik, anak akan mengalami masa sulit. Terlebih jika tidak mendapat penanganan dari trauma yang dialaminya.

"Posisi anak dan remaja itu kan selalu berada di bawah, ya. Biasanya pelaku usianya lebih tua, lebih dia dewasa dari anak. Anak menjadi takut karena memang posisi mereka lebih 'inferior' dibandingkan pelakunya," jelas dr Fransiska.

Oleh karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting. Orang tua memiliki tugas yang berlipat dalam memperkuat pengasuhan dan pengawasan pada anak. Orang tua adalah pertahanan pertama untuk memahami, mengenali bahkan menyeleksi lingkungan sosial mana, yang boleh dan tidak bagi anak-anak.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)