Selasa, 21 Apr 2020 12:15 WIB

Mengenalkan Arti Kekerasan Seksual pada Remaja Laki-Laki

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi anak menangis Mengajarkan anak pendidikan reproduksi sejak dini bisa jadi cara cegah anak jadi korban kekerasan seksual. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Data kekerasan seksual termasuk di dalamnya pelecehan seksual di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan. Terdapat banyak faktor yang mendasari mengapa angka kasus kekerasan seksual cenderung meningkat setiap tahun. Belum pahamnya sebagian besar masyarakat terhadap kategori kekerasan seksual membuat fenomena ini terkesan seperti gunung es.

Pada umumnya kasus kekerasan seksual memang lebih sering memang terjadi pada anak atau remaja perempuan. Meski demikian laki-laki bukan tidak pernah mengalami. Psikiater anak dan remaja dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Fransiska Kaligis, SpKJ menyampaikan kepada detikcom, kasus kekerasan seks pada anak laki-laki cenderung 'tertutup', bisa jadi masyarakat mengkonotasikan kekerasan seks pada anak perempuan. "Karena kasusnya memang lebih banyak dialami oleh perempuan, tapi bukan berarti laki-laki tidak pernah mengalami," tuturnya.

Lalu apa sih sebetulnya pelecehan seksual itu?

Kekerasan seksual bisa terjadi dalam beragam bentuk. Gisella Tani Pratiwi, MPsi, Psikolog Anak dan Remaja, yang memang menaruh perhatian pada kasus kekerasan seksual, menjelaskan bahwa kekerasan seksual menyangkut segala sikap, ucapan, perilaku, yang menyalahi seksualitas seseorang dan membahayakan diri orang yang diserang, baik secara fisik maupun psikologis.

"Contohnya adalah kata-kata bernuansa seksual. Pelakunya bisa dari siapapun, dari orang asing maupun yang sudah dikenal. Kejadiannya bisa dalam ranah publik seperti kendaraan umum atau personal seperti hubungan keluarga atau pasangan," ungkapnya.

Perilaku tersebut juga tak hanya terbatas pada aktivitas fisik. Segala perilaku atau kegiatan pelaku yang tidak diinginkan korban juga termasuk dalam kategori kekerasan seksual.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]