Selasa, 21 Apr 2020 15:49 WIB

Perokok Aktif dan Obesitas, Ini Penyakit yang Bisa Diidap Kim Jong-Un

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kim Jong Un Kondisi kesehatan Kim Jong-Un dikabarkan memburuk. ( Foto: Reuter)
Jakarta -

Pada Senin (20/4/2020) malam waktu setempat, media lokal Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Kim Jong-Un telah menjalani perawatan usai melakukan prosedur medis.

Sementara itu, menurut laporan situs Daily NK yang berbasis di Seoul dan sebagian besar dikelola oleh para pembelot dari Korea Utara (Korut) menyebut bahwa kondisi kesehatan Kim Jong-Un berangsur memburuk selama beberapa bulan terakhir. Ini disebabkan karena kebiasaannya yang suka merokok dan juga mengalami obesitas.

Beberapa penyakit memang bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok dan juga obesitas. Dirangkum detikcom, berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh faktor risiko tersebut:

1. Kanker

Terdapat lebih dari 60 zat kimia yang terkandung dalam setiap batang rokok. Kandungan zat kimia ini dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh, sehingga memicu pertumbuhan sel yang tidak normal.

Efek jangka panjangnya bisa berupa kanker paru-paru, mulut, laring (kotak suara), faring (tenggorokan), kerongkongan, ginjal, serviks, hati, kandung kemih, pankreas perut, dan kolon (usus 12 jari).

Sementara itu, obesitas juga bisa menyebabkan kanker. Kondisi berat badan yang berlebih dapat menjadi faktor penting dalam pembentukan sel-sel kanker.

Penderita obesitas berpeluang tinggi untuk terserang kanker usus, payudara, dan kerongkongan.

2. Penyakit jantung

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap menit terdapat hampir 11 juta batang rokok dihisap di dunia dan 10 orang meninggal karenanya.

Rokok mengandung bahan-bahan kimia yang berpotensi menjadi racun bagi tubuh, serta menyebabkan kerusakan struktur otot dan pembuluh darah jantung. Kandungan tar dan nikotin pada rokok bisa menyebabkan terjadinya penumpukan plak pada pembuluh darah, yang bisa memicu penyakit jantung koroner.

Selain rokok, obesitas juga bisa memicu seseorang terkena penyakit jantung. Abdominal obesity atau lemak perut juga dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan seseorang terkena serangan jantung.

3. Diabetes

Kandungan nikotin di setiap batang rokok dan asap yang dihasilkan dari pembakaran rokok tersebut bisa membuat kadar gula darah menjadi naik atau turun.

Selain itu, nikotin juga mengubah proses kimia dalam sel hingga terjadi resistensi insulin, atau kondisi di saat sel tidak bisa menggunakan gula darah dengan baik. Sehingga insulin yang terganggu akibat merokok, menyebabkan kadar gula menjadi tidak terkendali.

Apabila terjadi secara terus-menerus, kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi diabetes seperti masalah jantung, kerusakan ginjal, saraf, dan mata.

Sementara itu, beberapa studi juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami obesitas akan berisiko tinggi terkena diabetes. Jika penyakit ini tidak bisa terkontrol dengan baik, dampak yang ditimbulkan adalah komplikasi serius seperti hipertensi, serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, hingga amputasi organ tubuh.



Simak Video "Penting! Perhatikan Indeks Massa Tubuh Agar Imun Kuat dari COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)