Kamis, 23 Apr 2020 17:10 WIB

Jubir Pemerintah RI Bantah Tudingan Manipulasi Data Kasus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jubir pemerintah pakai batik HIV Achmad Yurianto dengan batik 'Corona' (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Belakangan ini muncul isu terkait manipulasi data oleh pemerintah soal kasus Corona di Indonesia. Namun hal ini dibantah tegas oleh pemerintah.

Juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, menegaskan tidak ada manipulasi data seperti yang selama ini dikabarkan. Malah hal itu justru mempersulit pemerintah dalam pendataan kasus Corona di Indonesia.

"Pemerintah tidak berkepentingan dan tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan memanipulasi data, sekali lagi saudara-saudara pemerintah tidak berkepentingan dan tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan memanipulasi data," tegas Yuri saat melakukan konferensi pers di BNPB pada Kamis (23/4/2020).

Yuri menegaskan data yang selama ini diperoleh benar berdasarkan data akumulatif yang dikumpulkan dari tingkat bawah hingga masuk ke tingkat nasional. Memanipulasi data disebut akan merugikan kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah selama ini.

"Akan merugikan dan mengacaukan kerja keras yang kita bangun bersama. Data kita bangun secara berjenjang dan berstruktur sejak tingkat desa, sejak tingkat rumah sakit, sejak tingkat dinas kota dan kabupaten yang merupakan bagian dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di tingkat kota dan kabupaten," tegasnya.

"Yang kemudian diakumulasikan oleh dinas kesehatan provinsi, yang merupakan bagian dari gugus tugas percepatan penanganan tingkat provinsi, dan akhirnya sampai di tingkat kementerian kesehatan yang merupakan bagian dari gugus tugas percepatam penanganan COVID-19 di tingkat nasional," lanjutnya.

Ia pun berterima kasih kepada para pakar yang selama ini membantu untuk membangun sistem data. Hal ini akan menjadi bahan komunikasi yang efektif, detail, dan transparan pada semua pihak.



Simak Video "Mobilitas Masyarakat Meningkat, Hati-hati Terjadi Mutasi Baru!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)