Senin, 27 Apr 2020 20:15 WIB

Disebut Bisa Obati Corona, Ini Proses Donor Plasma Darah dari Pasien Sembuh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya. Donor plasma darah dari pasien sembuh diyakini efektif sebagai terapi virus Corona (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Selain berlomba-lomba membuat obat dan vaksin, peneliti juga melakukan studi terhadap plasma darah pasien sembuh sebagai alternatif penyembuhan COVID-19. Beberapa ahli menemukan bukti bahwa pasien virus Corona yang kritis bisa mendapatkan manfaat dari transfusi plasma darah pasien COVID-19 yang telah pulih.

Disebutkan bahwa zat antibodi yang ada dalam plasma darah pasien COVID-19 yang telah sembuh turut membantu menetralisir virus yang ada dalam tubuh pasien COVID-19. Untuk itu, prosedur pengambilan plasma darahnya juga harus melalui kontrol yang ketat.

"Prosedurnya kalau dari awal jadi kita mengidentifikasi siapa saja pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 kemudian mereka diundang untuk diperiksa apakah memenuhi syarat dari segi kesehatannya, punya antibodi yang cukup dalam plasmanya, dan tidak membawa virus Corona maupun virus atau bakteri lain yang bisa ditularkan melalui transfusi," jelas Direktur Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2020).

Jika sudah memenuhi persyaratan tersebut, maka yang bersangkutan diminta menandatangani IC (informed consent) tertulis bahwa dia bersedia untuk mendonorkan plasmanya. Jumlah plasma darah yang diambil bervariasi, tergantung dari berat badan pasien.

"Bisa 200-500 cc dengan mesin plasma. nanti kalau sudah ada pasien yang membutuhkan, maka tim dokter akan menentukan mana pasien yang cocok," sebutnya.

Prof Amin juga menegaskan bahwa tidak semua pasien virus Corona diberikan plasma darah pasien COVID-19 yang sudah sembuh. Terapi plasma darah dikhususkan bagi pasien dengan kondisi berat yang memiliki jumlah antibodi jauh lebih sedikit dibandingkan pasien lainnya.

"Diberikan bagi yang dirawat di rumah sakit dalam keadaan berat dan bisa dipastikan cocok dengan plasma darah yang diberikan," tutupnya.



Simak Video "5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)