Selasa, 28 Apr 2020 10:00 WIB

Para Pakar Sebut Gejala Corona Lansia Mirip dengan Stroke

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pasien Corona lansia Gejala Corona lansia disebut mirip dengan stroke. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Saat seseorang terinfeksi virus Corona COVID-19, gejala yang akan muncul biasanya seperti demam, batuk, hingga ruam kemerahan. Tetapi, pakar kesehatan memperingatkan mungkin pasien lanjut usia (lansia) punya gejala berbeda yang mirip dengan stroke.

Kepala seksi geriatri dan gerontologi di Universitas Emory, Georgia, Inggris, Dr Camille Vaughan mengatakan gejala pada lansia bisa termasuk pusing, pingsan, bahkan beberapa mengalami kesulitan bicara. Menurut Dr Aaron Glatt, Ketua departemen kedokteran di Rumah Sakit Komunitas Nassau Selatan, hal itu bisa terjadi karena fungsi sistem kekebalan pada tubuhnya kian menurun.

"Para peneliti mengatakan, sistem kekebalan tubuh pada orang yang lebih tua tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sistem kekebalan termasuk sel T, yang menyerang sel penyebab penyakit lainnya," jelas Dr Kira Rubtsova, peneliti di National Jewish Health di Denver, yang dikutip dari Express.

Sel T umumnya berfungsi untuk mengingat penyerang sel dari dalam tubuh. Hal itu bisa membuatnya bertahan melawan virus untuk menjaga kondisi tubuh. Tetapi, Dr Rubtsova mengatakan sel T, antibodi, termasuk sel darah putih yang dihasilkan pada lansia jauh lebih sedikit, sehingga memperlambat penyembuhan saat terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, ahli geriatrik Dr Quaratulain Syed mengatakan gejala COVID-19 yang muncul pada lansia seringkali bisa salah didiagnosis sebagai stroke. Hal ini karena gejala yang ditunjukkan hampir serupa, seperti disorientasi, kebingungan, hingga pingsan.

Ini dirasakannya saat merawat pasien pria berusia sekitar 80 tahun. Selama beberapa hari, pasien tersebut menunjukkan gangguan kognitif, tidak bisa berjalan, lemah, dan lesu. Setelah diuji, ternyata ia dinyatakan positif COVID-19 meskipun tidak mengalami gejala batuk atau demam.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)