Selasa, 28 Apr 2020 14:35 WIB

Hasil Autopsi Korban Meninggal Virus Corona Pertama di AS Diungkap

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hasil pemeriksaan postmortem mengungkapkan bahwa Corona ternyata telah beredar di California, Amerika Serikat, sejak Januari lalu atau beberapa pekan lebih awal dari perkiraan. Ahli ungkap hasil autopsi pasien meninggal Corona pertama di AS. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Seorang wanita berusia 57 tahun asal San Jose, California, diyakini menjadi pasien pertama Corona di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, wanita bernama Patricia Dowd ini sebelumnya meninggal di rumah sakit usai mengalami gejala flu pada 6 Februari lalu.

Menurut laporan berita setempat, Kamis lalu, para pejabat setempat tidak mengetahui ia mengidap Corona. Namun sebuah laporan tentang hasil autopsi menunjukkan bahwa virus Corona ditemukan di beberapa organ tubuh Dowd, seperti jantung, trakea, paru-paru, hingga usus. Hasil tersebut menunjukkan ia merupakan pasien pertama yang meninggal karena Corona di AS.

"Virus Corona terus menyerang sistem kekebalan tubuh dan merusak jantung, hingga menyebabkan jantung seperti meledak," ujar dr Judy Melinek, ahli patologi forensik yang meninjau laporan autopsi Dowd, dikutip dari The Mercury News.

Menurutnya, jantung pecah sering terjadi pada pasien Corona dengan penyakit penyerta, seperti kolesterol tinggi atau kelainan di otot jantung. Namun kondisi yang terjadi pada Dowd jarang ditemui, jantung Dowd sendiri sebelumnya dilaporkan dalam kondisi normal.

"Ada sesuatu yang abnormal tentang fakta bahwa jantung yang normal telah meledak," kata Melinek pada The San Fransisco Chronicle.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)