Rabu, 29 Apr 2020 15:41 WIB

Pakar Gizi Komunitas Komentari Fenomena Bagi-bagi Makanan Saat Pandemi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Nasi Anjing Marak fenomena bagi-bagi makanan saat pandemi Corona (Foto: Dok. Istimewa via Detikcom)
Jakarta -

Begitu banyak hal yang terjadi selama pandemi virus Corona COVID-19 berlangsung di Indonesia. Mulai dari banyak orang kelaparan karena tidak mampu membeli makan, hingga munculnya relawan-relawan yang terdorong hatinya untuk membagikan makanan.

Pakar gizi komunitas dr Tan Shot Yen mengatakan pandemi virus Corona bukanlah bencana yang sifatnya sementara seperti banjir, gempa, dan lain-lain. Sehingga membagi-bagikan makanan bukanlah solusi yang tepat untuk dilakukan.

Bahkan menurutnya penanganan masalah ini perlu melibatkan semua lembaga dan instansi secara nasional.

"Protokol nasional yang mestinya terjadi adalah luruskan jalan logistik. Seperti petani, peternak, nelayan, dan perkebunan sekarang menjadi tulang punggung ketahanan nasional," kata dr Tan, Rabu (29/4/2020).

"Bikin dapur umum. Percayakan data penduduk dari RT dan RW, bukan data kementerian yang outdated 5 tahun yang lalu," lanjutnya.

Menurut dr Tan dengan adanya dapur umum, kandungan gizi pada makanan yang diperoleh masyarakat bisa lebih terjamin karena diawasi oleh dinas kesehatan. Ia juga menyarankan masyarakat agar ikut terlibat dalam protokol kesehatan ini.

"Data semua unsur masyarakat yang bisa bergerak. Mulai dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sampai remaja masjid dan karang taruna," jelasnya.

dr Tan juga mengatakan kegiatan ini harus dilakukan secara terstruktur, rutin, dan rapi, sehingga semua orang bisa mendapatkan manfaatnya di tengah kesulitan pandemi virus Corona.

"Buat kegiatan terstruktur, rutin, dan rapi, bukan sporadis (tidak menentu) hanya untuk diliput televisi, dan membuat orang ikut menyumbang karena perasaan bersalah," pungkasnya.



Simak Video "WHO Minta Tiap Negara Transparan soal Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)