Kamis, 30 Apr 2020 10:42 WIB

Virus Corona Disebut Bisa Bertahan Berjam-jam di Toilet Umum

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
fakta seputar buang air besar Toilet umum (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa virus Corona COVID-19 bisa bertahan di udara dan di tempat umum, seperti toilet umum. Tim peneliti dari Universitas Wuhan mengambil sampel untuk studi tersebut dari 30 lokasi fasilitas umum di perkotaan.

Hasil analisisnya mengungkapkan sebagian besar area publik terdapat partikel virus. Tetapi, hasil yang didapatkan dari toilet umum justru cukup mengejutkan. Pasalnya, tingkat partikel virus di udara jauh lebih tinggi di toilet umum, dan bisa dipengaruhi banyak faktor.

"Airborne virus SARS-CoV-2 bisa saja berasal dari napas pasien. Atau bisa dari aerosol yang sarat virus, seperti dari kotoran atau urine pasien terinfeksi selama menggunakan toilet," jelas para peneliti dalam laporannya yang dikutip dari Mirror.

Selain di toilet, tingkat partikel virus yang tinggi juga ditemukan di ruangan staf medis untuk melepaskan alat pelindung diri (APD). Dari hasil survei, menunjukkan bahwa partikel virus dari masker, sarung tangan, dan APD sangat mudah mengkontaminasi udara di dalam ruangan tersebut.

Menurut Profesor Ke Lan, pemimpin dari penelitian ini, transmisi aerosol virus SARS-CoV-2 ini mungkin terjadi selama berbicara atau bernapas. Kemudian bisa berdampak pada orang di sekitarnya, dekat maupun jauh dari sumbernya.

Sebelumnya studi serupa juga telah dilakukan peneliti dari Asosiasi Jepang untuk Penyakit Menular, menggunakan kamera sensitivitas tinggi. Ini dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana tetesan cairan pernapasan seseorang saat berbicara dan bersin.

Terungkap bahwa tetesan cairan pernapasan yang besar keluar dan dengan cepat jatuh ke tanah saat orang tersebut bersin. Tapi, partikel kecil dari tetesan cairan pernapasannya bisa bertahan lama di udara.

"Partikel yang bisa bertahan di udara ukurannya lebih kecil dari 10 mikrometer atau hanya berdiameter sebesar 1/100 milimeter," kata peneliti tersebut.

Hingga saat ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) memastikan virus Corona ditularkan melalui droplet atau bercak dahak. Risiko penularan lewat udara atau airborne hanya diwaspadai pada kondisi khusus seperti pada pasien di rumah sakit.



Simak Video "Negara Bebas Corona, Mana Saja Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)